TUTUP
TUTUP
METRO

Usut Penganiayaan Tentara, Polda Metro Koordinasi TNI

Anggota TNI diduga dianiaya sejumlah pemuda saat sahur on the road.
Usut Penganiayaan Tentara, Polda Metro Koordinasi TNI
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan (VIVA.co.id/ Fajar Ginanjar Mukti.)

VIVA.co.id – Kapolda Metro Jaya Inspekur Jenderal Polisi M Iriawan mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak TNI terkait aksi penganiayaan yang menimpa anggota TNI, Prada Ananda Puji Santoso (22 tahun), di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Penganiayaan yang menimpa Ananda diduga karena aksi sahur on the road yang dilakukan sejumlah pemuda. "Kami koordinasi lakukan langkah-langkah. Itu kan biasa, kami larang sahur on the road. Begitu liburan anak sekolah makin banyak pemuda keluar malam," ujarnya di Lapangan Silang Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Senin, 19 Juni 2017.

Untuk mencegah hal serupa kembali terjadi, pihaknya pun mengaku akan melakukan rapat khusus untuk membahas kegiatan sahur on the road (SOTR). Penambahan personel kepolisian juga akan dilakukan, terutama pada tempat-tempat rawan.

Pihaknya pun tak segan untuk melakukan tindakan tegas pada mereka yang merugikan masyarakat. Apalagi itu sudah perintah dari Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. 

Sejauh ini, kejadian yang menimpa Ananda bukan dilakukan oleh geng motor. "Kalau yang Kemayoran tidak," kata Iriawan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Suyudi Ario Seto, mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus itu. Dalam penyelidikan tersebut, polisi berkoordinasi dengan Polisi Militer.

Selain dalam kasus penganiayaan Ananda, penyelidikan gabungan itu juga dilakukan atas  peristiwa penabrakan sebuah mobil hingga mengakibatkan warga, Andrian Dwi Nanda (18), tewas dan Abdul Qosim (32) mengalami kritis. Apalagi orang yang menabrak sempat mengaku oknum anggota TNI.

"Kami kan juga bergabung dengan POM TNI, Garnisun, ya untuk lidik terkait kasus yang penabrakan juga, termasuk juga anggota TNI yang ditusuk," kata Suyudi.

Pada Sabtu, 17 Juni 2017 tengah malam dan Minggu, 18 Juni 2017 dini hari, terjadi dua peristiwa kekerasan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Pertama adalah penusukan terhadap seorang anggota TNI, Prada Ananda Puji Santoso di belakang patung Ondel-ondel, Kemayoran. Pelaku diduga sekelompok orang yang tengah melakukan aksi sahur on the road.

Akibat kejadian itu, Ananda terluka di pinggang bagian kiri. Setelah peristiwa itu, sekitar pukul 03.30 WIB ada sekelompok orang yang menggunakan sepeda motor dan mobil menghampiri warga yang sedang duduk di tengah Tugu Ondel-ondel.

Tak lama kemudian, ada penyerangan yang terjadi terhadap beberapa pemuda di kawasan Gang Laler yang tak jauh dari lokasi Ananda mengalami penyerangan. Mobil itu sempat menabrak warga yang sedang duduk di tengah Tugu Ondel-ondel. Orang yang berada di mobil sempat turun dan mengeluarkan tembakan ke atas. Orang tersebut mengaku sebagai anggota TNI. Dia kemudian pergi.

Dalam kejadian kedua, ada dua orang korban yakni Andrian Dwi Nanda (18) dan Abdul Qosim (32). Andrian tewas, sedangkan Qosim kritis karena luka di kepala dan sekujur tubuh. Namun, belum bisa dipastikan apakah adanya hubungan antara peristiwa penusukan yang dialami Prada Ananda dan kasus penabrakan itu. (one)
 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP