TUTUP
TUTUP
METRO

Djarot: Mogok Kerja Karyawan TransJakarta Rugikan Warga

Lebih baik mengadu ke pimpinan daripada mogok kerja.
Djarot: Mogok Kerja Karyawan TransJakarta Rugikan Warga
Bus TransJakarta. (ANTARA/Rivan Awal Lingga)

VIVA.co.id – Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meyakini aksi demo yang dilakukan karyawan PT TransJakarta disertai mogok bekerja akan segera berhenti. Dia melihat, sejumlah tuntutan dari para karyawan akan mendapatkan solusi apabila diselesaikan dengan cara-cara yang baik. 

"Insya Allah sudah akan selesailah," kata Djarot di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Rabu, 14 Juni 2017. 

Djarot menyesalkan aksi demonstrasi oleh para karyawan berakibat terlantarnya penumpang. Sebagai perusahaan yang sahamnya dimiliki Pemerintah Provinsi DKI, pihaknya sudah menyiapkan antisipasi apabila aksi lanjutan akan melumpuhkan operasional bus seperti terjadi pada Senin lalu, 12 Juni 2017. 

"Mereka-mereka yang mogok itu kan di on board di halte - halte. Dinas Perhubungan sudah siapkan 1.500 personel disebar ke beberapa halte dan kepolisian juga. Jadi jangan rugikan masyarakat," kata dia.

Djarot mengatakan, lebih baik karyawan dapat menyampaikan pendapatnya terlebih dulu dengan pimpinan Transjakarta sebelum melakukan mogok kerja. Karena itu ia meminta, agar mediasi dapat dilakukan sesegera mungkin agar pemasalahan ini segera terselesaikan. 

"Kalau memang mereka mau menyampaikan aspirasinya tidak baik dengan cara melakukan mogok," ujarnya. 

Sebelumnya aksi demo oleh puluhan karyawan Transjakarta digelar di kantor Pusat mereka, Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur. 

Mereka menuntut, tempat mereka bekerja menghapus sistem kontrak kerja yang telah berjalan bertahun - tahun. Tuntutan lain, karyawan juga meminta Transjakarta mengangkat sejumlah karyawan dengan status kontrak menjadi karyawan tetap. 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP