TUTUP
TUTUP
METRO

Kubu Rizieq Tak Percaya Penyebar Chat Mesum dari Amerika

Sugito merasa hal itu hanya alasan polisi.
Kubu Rizieq Tak Percaya Penyebar Chat Mesum dari Amerika
Gabungan foto dua tersangka kasus pornografi, Habib Rizieq dan Firza Husein.

VIVA.co.id – Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam sekaligus pengacara dari pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab, Sugito Atmo Pawiro tak percaya dengan pernyataan polisi yang menyebut bahwa penyebar percakapan pornografi di situs baladacintarizieq pertama kali muncul di Amerika Serikat. 

Sugito merasa hal itu hanya alasan agar tidak didesak untuk mencari penyebar percakapan itu. "Saya duga ya itu dilemparkan ke anonymous yang ada di Amerika, supaya kewajiban untuk (menangkap) yang meng-upload sebagai bagian dari pelaku tindak pidana susah untuk dikejar," kata dia saat dikonfirmasi, Sabtu 10 Juni 2017.

Dirinya menjelaskan, telepon seluler Firza Husein pernah disita polisi pada 2 Desember 2016 lalu, saat ditangkap polisi atas perkara dugaan pemufakatan makar. Kemudian, tiba-tiba pada 29 Januari 2017, percakapan itu tersebar luas dan menjadi viral di media sosial.

Maka itu, Sugito tak yakin penyebarnya ada di Amerika Serikat. Namun Sugito tak mau berspekulasi atas ucapannya itu. Ia hanya meminta polisi untuk mendalami hal tersebut. "Saya tidak menuduh, tapi harus didalami. HP di tangan penyidik kok bisa menyebar ke mana-mana," ucapnya.

Apalagi Sugito membantah bahwa telepon seluler Habib Rizieq pernah disita oleh polisi. Sehingga ia mengaku heran bagaimana bisa polisi mengaku telah menyita telepon genggam Habib Rizieq.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Mochamad Iriawan, menyebut bahwa ternyata foto wanita tanpa busana dan pesan mesum yang beredar di situs baladacintarizieq, pertama kali muncul di Amerika Serikat. Namun, menurut Iriawan, tidak diketahui siapa orang yang pertama menyebar foto dan pesan-pesan mesum itu. Hal itulah yang membuat kepolisian pada akhirnya mengalami kesulitan melacak pelaku penyebar.

"Kan sedang kami dalami, karena konten pertama keluar dari Amerika di anonymous itu. Itu yang agak kesulitan. Itu dari luar, dari Amerika, anonymous. Kami sedang lakukan penyelidikan," kata Irjen Iriawan di Markas Polda Metro Jaya, Kamis, 8 Juni 2017.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP