TUTUP
TUTUP
METRO

Pelaku Perampokan Pria di SPBU Daan Mogot Diduga Empat Orang

Korban diduga sempat melakukan perlawanan.
Pelaku Perampokan Pria di SPBU Daan Mogot Diduga Empat Orang
Kondisi jenazah pria yang ditembak perampok di SPBU Daan Mogot. (Repro Instagram)

VIVA.co.id – Polisi sudah memeriksa beberapa saksi, terkait apa yang menimpa Davidson Tantono (30), korban tewas perampokan di SPBU 34-11712 Jalan Daan Mogot, KM 12, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat siang, 9 Juni 2017. B

eberapa orang saksi yang diperiksa di antaranya, karyawan pom bensin hingga warga sekitar di lokasi yang melihat kejadian itu.

"Lima (saksi). Karyawan pom bensin, penambal ban, sama yang lainnya yang melihat korban," tutur Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Adnan, saat dikonfirmasi.

Sejauh ini, diduga pelaku diduga berjumlah empat orang dengan dua motor yang saling berboncengan. Polisi sudah memeriksa Closed Circuit Television  (CCTV) di SPBU itu, hanya saja tidak menunjukkan jelas pelaku. Hingga kini, polisi masih memburu pelaku.

"Sudah (periksa CCTV). Enggak kelihatan. Enggak kelihatan di TKP itu," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria tewas dengan kepala tertembak di SPBU 34-11712 Jalan Daan Mogot, KM 12, Cengkareng, Jakarta Barat. Pria itu bernama Davidson Tantono, warga Tangerang, Banten.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, korban ditembak perampok usai mengambil uang tunai di sebuah bank yang berada tak jauh dari lokasi penembakan.

"Korban kemudian ke SPBU bermaksud isi angin, bukan isi bensin," kata Argo di Markas Polda Metro Jaya. 

Menurut Argo, saat berada di SPBU, dua orang perampok bersepeda motor merampas tas berisi uang tunai Rp300 juta yang ada di mobil korban. Tapi, Argo mengatakan, korban sempat melakukan perlawanan hingga akhirnya perampok menembak kepalanya dengan senjata api.

"Tasnya berisi uang Rp300 jutaan untuk karyawannya. Sempat ada tarik-tarikan tas. Kemudian, korban ditembak hingga tewas," ujarnya.

Hingga saat ini petugas Kepolisian masih melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui perampokan berdarah itu. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP