TUTUP
TUTUP
METRO

Investigasi Dugaan Kriminalisasi Ulama Banjir Dukungan

Investigasi oleh Komnas HAM ditargetkan raih sejuta dukungan.
Investigasi Dugaan Kriminalisasi Ulama Banjir Dukungan
Demo dukungan Komnas HAM investigasi dugaan kriminalisasi ulama. (VIVA.co.id/ Syaefullah)

VIVA.co.id – Massa dari berbagai elemen masyarakat mendatangi kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Jalan Laturharhari, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Mei 2017.

Dalam aksi dukungan ini, menurut Ketua Presidium Alumni 212 Ustaz Ansufri Idrus Sambo, sudah ada lima ribu dukungan berupa tanda tangan terhadap Komnas HAM. Ditargetkan, dukungan dalam aksi lanjutan pekan depan mencapai jutaan dukungan. "Insya Allah minggu depan kami harapkan 20 ribu dukungan bahkan hingga 1 juta (dukungan)," ujarnya.

Sambo mengatakan, aksi ini untuk memberikan dukungan terhadap Komnas HAM dalam melakukan investigasi soal dugaan kriminalisasi terhadap ulama. "Ini dukungan kepada Komnas HAM agar tidak ragu dan tidak goyang. Karena sudah ada indikator tekanan-tekanan dari internal maupun eksternal," kata Sambo.

Sambo menuturkan, aksi dukungan terhadap Komnas HAM terus dilakukan setiap pekan, agar tujuan dan investigasi berjalan dengan lancar.

Pantauan VIVA.co.id, massa aksi dari berbagai elemen masyarakat membawa spanduk putih bertuliskan dukungan tanda tangan terhadap Komnas HAM.

Sebelumnya, sejumlah tokoh dari Presidium Alumni 212 melakukan audiensi dengan Komnas HAM di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Mei 2017. Pertemuan tersebut digelar untuk mendesak Komnas HAM agar segera menindaklanjuti sejumlah dugaan pelanggaran HAM terhadap para ulama dan aktivis yang aktif menyuarakan keadilan hukum, terkait kasus penistaan agama oleh terdakwa Basuki Tjahaja Purnama.

Komnas HAM akan menindaklanjuti laporan dari Presidium Alumni 212 terkait kasus dugaan kriminalisasi terhadap ulama. Awal Mei ini, mereka sudah bergerak membuat tim investigasi. Mereka akan menggali informasi dari beberapa kalangan yang ada kaitannya dengan kasus tersebut. Jika benar terdapat pelanggaran HAM, Komnas akan melakukan tindakan lebih lanjut.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP