TUTUP
TUTUP
METRO

Polisi Sebut Kasus Novel Baswedan Mirip Bom Kedubes Filipina

Dibutuhkan waktu yang cukup lama.
Polisi Sebut Kasus Novel Baswedan Mirip Bom Kedubes Filipina
Penyidik KPK Novel Baswedan (kanan). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

VIVA.co.id – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono membandingkan kasus penyerangan yang dialami penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan dengan kasus bom di Kedutaan Besar Filipina tahun 2000 lalu.

Ia mengibaratkan kasus yang menimpa Novel dengan kasus tersebut. Menurutnya kasus Novel merupakan kasus yang memiliki penanganan yang agak lama seperti kasus itu.

"Seperti kasus kedutaan Filipina berapa tahun kami belum mengungkap pelaku. Setelah kejadian bom Bali, baru tiga tahun kemudian kami ungkap pelakunya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya, Rabu malam 3 Mei 2017.

Argo menerangkan, ada juga kasus yang cepat penangannya seperti perampokan di Pulomas, Desember 2016 lalu. Tampaknya, kasus Novel tak seperti kasus perampokan tersebut yang memiliki penanganan cepat.

"Ada juga yang kami tangani cepat, seperti di Pulomas. Kami mendapatkan CCTV, database tentang pelaku,
sehingga kita bisa cepat mendapatkan pelakunya siapa," kata Argo.

Argo menegaskan, penyidik memakai dua metode penyidikan dalam menangani kasus Novel. Metode itu yakni deduktif dan induktif. Sejauh ini sudah 19 saksi diperiksa.

"Induktif ini kan kami mulai dari TKP itu kemudian kita cek ke TKP berupa barang bukti, keterangan
saksi di situ. Deduktif itu kami melihat kitra kira motfinya seperti apa. Apakah ini motif personal, ataukah motif tentang pekerjaan. Ini masih kami dalami," ujar Argo menyudahi.

Diberitakan sebelumnya, Novel Baswedan disiram pakai air keras oleh orang tidak dikenal. Saat itu, Novel sedang berjalan menuju rumahnya usai menunaikan ibadah Salat Subuh, Selasa 11 April 2017 di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP