TUTUP
TUTUP
METRO
Pilkada DKI 2017

Spanduk Larangan Salatkan Jenazah Terbanyak di Jaktim

Total telah 206 spanduk yang dicopot Satpol PP.
Spanduk Larangan Salatkan Jenazah Terbanyak di Jaktim
Plt Gubernur DKI, Sumarsono (VIVA.co.id/ Eduward Ambarita)

VIVA.co.id – Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, mengungkapkan spanduk-spanduk provokatif yang tersebar selama Pilkada DKI Jakarta, paling banyak ditemukan di wilayah Jakarta Timur. 

Berdasarkan informasi terbaru yang diterima Sumarsono, ada 69 spanduk provokatif di wilayah tersebut. Namun, saat ini 69 spanduk tersebut telah diturunkan, baik oleh Satpol PP maupun warga dan tokoh masyarakat setempat.

"Ada, untuk terbaru 206 buah spanduk provokatif sudah kita turunkan," kata Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin 13 Maret 2017.

Menurut Sumarsono, dari 206 spanduk itu, 69 spanduk ditemukan di Jakarta Timur, 60 di Jakarta Barat, 31 di Jakarta Pusat, 28 di Jakarta Selatan, 12 di Jakarta Utara, dan enam di Kepulauan Seribu.

Sementara, menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Jupan Royter, pihaknya masih menelusuri lebih dalam, kenapa spanduk terbanyak ditemukan di Jakarta Timur.

"Kita utamanya mengedukasi masyarakat supaya sadar, jadi biar tetap smooth (halus)," kata Jupan.

Sebelumnya, beberapa spanduk berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (Sara) terpasang menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua. 

Salah satunya, sempat menjadi viral di media  sosial, yakni spanduk bertuliskan 'Tidak Mensalatkan Jenazah Pembela Penista Agama' di masjid di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. (one)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP