TUTUP
TUTUP
METRO
Pilkada DKI 2017

Djarot: Tak Mau Salatkan Jenazah Perbuatan Biadab

isu Pilkada tidak dibawa ke dalam etika beragama.
Djarot: Tak Mau Salatkan Jenazah Perbuatan Biadab
Wagub DKI, Djarot Syaiful Hidayat. (Viva.co,id/Syaefullah)

VIVA.co.id – Calon petahana Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, menyayangkan beredarnya spanduk penolakan mensalatkan jenazah di Ibukota Jakarta. Djarot menyebut sikap menolak mensalatkan jenazah merupakan tindakan tak beradab.  

"Itu menurut saya tindakan tidak beradab," kata Djarot saat blusukan di Tomang, Jakarta, Senin 13 Maret 2017. 

Terkait isu bahwa larangan tersebut karena mendukung salah satu pasangan calon, Djarot meminta agar isu Pilkada tidak dibawa ke dalam etika beragama. Apalagi, dia menyebutkan bahwa Islam merupakan agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. 

Sebelumnya, beberapa spanduk berbau suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) terpasang menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua. Salah satunya, sempat menjadi viral di media sosial, yakni spanduk bertuliskan 'Tidak Mensalatkan Jenazah Pembela Penista Agama' di masjid di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. 

Terkait hal itu, Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, mengungkapkan sekitar 147 spanduk terkait isu provokatif selama Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua telah dicopot.Ratusan spanduk tersebut tak semuanya diturunkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja(Satpol PP). 

Namun dicopot atas kesadaran warga dan tokoh masyarakat setempat."Yang 147 spanduk itu termasuk yang penolakan mensalatkan jenazah di masjid-masjid," kata Soni. (ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP