Agus Yudhoyono Jawab Isu Miring soal RT RW

Agus Harimurti Yudhoyono kampanye di GOR Pertamina Simprug, Jaksel.
Sumber :
  • Putri Firdaus

VIVA.co.id – Kabar miring menimpa calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono, dikabarkan mengundang ketua RT dan RW untuk datang ke Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Agus langsung memberi klarifikasi mengenai isu tersebut.

Darmizal Sebut Somasi SBY Tidak Memiliki Dasar Hukum
Berdasarkan penjelasan AHY, pengurus RT dan RW yang dimaksud adalah mereka yang merupakan forum komunikasi kelompok simpatisan Agus-Sylvi yang diberi nama ‘Rakyat Tangguh Republik Wibawa’. Menurutnya, ada sebanyak 10 ribu simpatisan yang hadir di Sentul dan akan ada kejutan lain yang akan dilakukan jelang hari pencoblosan.
 
Siap Hadapi Demokrat, Prof Yusuf Henuk: Tidak Ada Bahasa Menghina
"Itu adalah forum komunikasi ya, RT RW itu adalah Rakyat Tangguh Republik Wibawa, intinya adalah mereka juga jadi bagian simpatisan relawan Agus-Sylvi. Ada 10 ribu kita kumpulkan di Sentul dan nanti akan ada lagi. Tunggu saja kejutan lainnya yang jelas saat terakhir ini adalah saat untuk mengonsolidasikan kekuatan dan mesin yang kami bangun selama ini, terutama mereka yang punya militansi memenangkan Agus-Sylvi," ujar Agus saat ditemui di GOR Pertamina Simprug, Jakarta, Minggu, 5 Februari 2017.
 
Curhat AHY yang Jadi Korban Hoax Lantaran Demokrat Tolak UU Ciptaker
Ditambahkan Agus, simpatisan Rakyat Tangguh Republik Wibawa tersebut datang dengan niat membebaskan pesta demokrasi Jakarta dari kecurangan. Ia dan simpatisan cagub nomor urut 1 bertekad untuk tetap menjunjung etika demokrasi Indonesia.
 
"Mereka semua datang dengan sebuah semangat tidak hanya membulatkan tekad tapi juga menjaga jangan sampai nanti pilgub DKI Jakarta ada kecurangan dan menyimpang, yang akan menyakiti semua warga Jakarta. Kita tentu punya tekat untuk mengawal proses ini dengan baik. Kita harus berjuang sekuat tenaga tapi tetep menjunjung tinggi etika demokrasi negara kita," katanya.
 
Ia pun menampik adanya aksi politik uang dalam kegiatan pengumpulan simpatisan tersebut. Ia yakin bahwa pihaknya tidak akan melakukan hal yang bertentangan dengan peraturan yang sudah ditetapkan. Pengumpulan dan konsolidasi terhadap simpatisan dilakukan untuk satu tujuan. Memanangkan Agus-Sylvi.
 
"Tidak ada hal-hal yang melanggar aturan KPUD dan saya yakin enggak mungkin di hari terakhir ada hal yang sengaja dipamerkan kemudian jadi masalah, sungguh tidak mungkin. Kami yang jelas ikut berkumpul di sana benar-benar untuk mengumpulkan semangat dan meyakinkan bahwa perjuangan ini belum berakhir. 10 hari lagi 15 Februari harus kita bulatkan langkah terakhir untuk memenangkan hati dan pikiran rakyat," katanya.
 
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya