TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
METRO

Pengacara Terduga Kasus Makar Adu Mulut dengan Brimob

Marah saat tak boleh ke markas Brimob, tempat klien mereka ditahan.
Pengacara Terduga Kasus Makar Adu Mulut dengan Brimob
Ketegangan terjadi antara kuasa hukum terduga makar dengan personel Brimob (VIVA.co.id/ Zahrul Darmawan)

VIVA.co.id – Kericuhan sempat terjadi antara tim kuasa hukum terduga makar dengan sejumlah personel Brimob, di depan pintu utama Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat, 2 Desember 2016. 

Keributan terjadi ketika sejumlah pengacara, yang tergabung dalam Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), tidak diizinkan masuk ke dalam Markas Brimob.

Sejumlah tim kuasa hukum yang kecewa ini pun meluapkan emosi kepada petugas. Sempat terjadi ketegangan ketika kedua belah pihak beradu mulut. "Jangan sentuh saya, jangan sentuh saya! Apa-apaan ini main dorong!" kata Nur Hayati, salah satu anggota tim ACTA. 

Ketegangan semakin menjadi ketika petugas meminta para pengacara itu untuk menjauh dari pos jaga. Kericuhan baru mereda setelah perwakilan masing-masing kubu menenangkan anggota mereka. "Sudah tenang, tenang jangan begini. Enggak enak," ujar salah satu anggota  ACTA lainnya.

"Kita sama-sama saling menghormati lah, kami menjalankan tugas. Harap mengerti," ujar seorang petugas. Tak lama kemudian, kedua pihak sepakat untuk menahan diri. 

Sebelumnya, kepolisian menangkap sepuluh orang di sejumlah lokasi, Jumat, 2 Desember 2016. Mereka yang ditangkap di antaranya Ahmad Dhani, Brigadir Jenderal (Purn) TNI Adityawarman Thaha, Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zein, Firza Huzein, Racmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas, Jamran dan Rizal Kobar.

Delapan dari 10 orang tersebut ditangkap atas dugaan terkait makar. Sementara dua orang lainnya dituduh melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP