TUTUP
TUTUP
METRO

Lima Mahasiswa Papua Ditangkap Polisi karena Ricuh di HI

Mereka menolak melepaskan atribut Papua Merdeka.
Lima Mahasiswa Papua Ditangkap Polisi karena Ricuh di HI
Polisi jaga demo mahasiswa Papua di Bundaran HI  (VIVA.co.id / Anwar Sadat)

VIVA.co.id – Unjuk rasa dari Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Rakyat Indonesia (FRI) untuk Papua Barat sempat diwarnai kericuhan. Peristiwa ini bermula saat massa aksi memakai ikat kepala yang diduga bendera Papua Merdeka.

Aparat Kepolisian sempat meminta mereka melepaskan atribut tersebut. Namun beberapa orang tidak mau sehingga menimbulkan kricuhan sampai polisi air di water canon dilkeluarkan.

Vronica, pendamping kuasa hukum FRI untuk Papua Barat mengatakan, atas insiden ini sedikitnya lima orang peserta aksi ditangkap Kepolisian. Mereka yang diamankan masing-masing dati AMP dan FRI untuk Papua Barat

"Lima orang yang diamankan, mereka di antaranya ada korlap dari massa aksi," kata Veronica di kawasan Bundaran HI, Kamis, 1 Desember 2016

Lima orang yang diamankan menurut Veronica yaitu Gales dan Surya, dari FRI-West Papua. Frans yang merupakan ketua AMP Jakarta, dan dua lainnya dari AMP yaitu Thomas, Jhefry. Kelima orang tersebut diduga diamankan karena mereka bertanggung jawab terkait aksi ini.

Sampai saat kata dia belum ada informasi jelas kemana lima orang tersebut diamankan. Namun Veronica menduga kelimanya dibawa ke Polda Metro Jaya. "Kemungkinan dibawa ke Polda, Polanya kalau setahun ini semua orang Papua diangkut supaya tidak bisa berekspresi di Indonesia," ujarnya.

Menurut Veronica, sebenarnya massa aksi ini sudah menyampaikan laporan terkait akan adanya unjuk rasa, dan laporan tersebut ditolak oleh Kepolisian. "Tapi itu kan sifatnya pemberitahuan, kita tidak perlu izin. Kami sudah memberitahukan ke Polda dan ya sudah. Sudah menjalankan kewajiban," ujarnya.

(mus)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP