TUTUP
TUTUP
METRO

Pelimpahan Tahap 2 Berkas Perkara Ahok Dilakukan Hari Ini

Kasus dugaan penistaan agama.
Pelimpahan Tahap 2 Berkas Perkara Ahok Dilakukan Hari Ini
Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)

VIVA.co.id – Tersangka kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, hari ini, Kamis, 1 Desember 2016, dijadwalkan untuk menemui penyidik Kepolisian di Ruang Rapat Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu diminta untuk menemui Komisaris Besar Polisi Ferdy Sambo dan tim penanganan kasus dugaan penistaan agama. Ahok diminta untuk hadir sekitar pukul 09.00 WIB.

Pemanggilan terhadap Ahok dilakukan karena akan dilakukan pelimpahan tahap dua ke Kejaksaan Agung, hari ini juga. Kejaksaan Agung telah menyatakan berkas perkara kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok dinyatakan sudah lengkap atau P21.

Sebelumnya Badan Reserse Kriminal Mabes Polri telah melayangkan surat pemanggilan kepada tersangka kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, hari Rabu, 30 November 2016 kemarin. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul, mengatakan bahwa Ahok akan datang sendiri ke Mabes Polri tanpa ada jemputan dari Kepolisian.

"Sore ini surat panggilan dikirim ke Pak Ahok untuk dilakukan tahap kedua yaitu menyerahkan tersangka dan barang bukti," kata Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 30 November 2016.

Mabes Polri resmi menetapakan Ahok sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama Surat Al Maidah Ayat 51, pada Rabu, 16 November 2016 lalu. Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono Sukmanto, mengatakan sebagai konsekuensi penyelidikan ini, maka Kepolisian meningkatkan penyelidikan menjadi penyidikan. Ahok dijerat dengan Pasal 156 a KUHP.

"Setelah dilakukan penyelidikan dicapai kesepakatan, meski tidak bulat namun didominasi, perkara ini harus dilakukan di peradilan yang terbuka," kata Ari Dono Rabu, 16 November 2016.

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP