TUTUP
TUTUP
METRO

Persaingan Ketat, Pilkada DKI Diprediksi Dua Putaran

Itu menurut Lembaga Survei Charta Politika.
Persaingan Ketat, Pilkada DKI Diprediksi Dua Putaran
Pengundian Nomor Urut Cagub-Cawagub untuk Pilkada DKI Jakarta. (Antara/Hafidz Mubarak)

VIVA.co.id – Lembaga Survei Charta Politika tidak berani memprediksi apakah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 akan berlangsung dalam satu putaran. Pasalnya, berdasarkan survei yang dilakukan pada tanggal 17-24 November 2016, selisih suara yang akan direbut antar pasangan calon masih bersaing ketat. Terlebih lagi, pemungutan suara baru akan dilaksanakan 15 Februari 2017.

Survei terbaru yang dilakukan lembaga ini menunjukkan, elektabilitas pasangan nomor urut satu, yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni berada di posisi teratas dengan 29,5 persen. Kemudian disusul pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat 28,9 persen dan pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno berada di posisi buncit dengan angka 26,7 persen.

"Saya bisa simpulkan, dinamika pemilih masih sangat cair. Untuk saat ini kita masih menentukan preferensi siapa yang lebih punya potensi masuk putaran kedua," kata Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, di kantornya, Jalan Cisanggiri III, Jakarta Selatan, Selasa, 29 November 2016.

Yunarto menjelaskan, lembaganya juga melakukan sejumlah simulasi seperti apabila dalam pilkada ini hanya diikuti oleh dua pasangan calon.Dari simulasi tersebut menyebutkan, pasangan Anies-Sandi selalu unggul, bila bertarung dengan kedua pasangan lainnya.

Ini terlihat apabila Anies-Sandi berhadapan dengan pasangan Agus-Sylvi, Anies akan menang dengan presentasi 34,2 persen, sedangkan Agus-Sylvi 33,6 persen. Itu pula yang terjadi apabila Anies-Sandi melawan Ahok-Djarot. Anies Sandi berada di angka 40,7 persen dan Ahok-Djarot 30,6 persen.

"Jadi agak menarik, simulasi dengan tiga pasangan, Anies selalu paling rendah. Walaupun tadi saya katakan masih dalam margin of error, baik dalam nama simulasi disebutkan ataupun simulasi kertas suara," katanya.

Meski demikian, Yunarto pun menjelaskan dengan ditarikanya dalam simulasi dua pasangan ini, justru meningkatkan angka undecided voters.

"Jadi di sini akan banyak tafsir mengenai migrasi suara," ujar Yunarto.

Seperti diketahui, lembaga Charta Politika melakukan survei terkait elektabilitas calon kepala dan wakil kepala daerah di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Pengumpulan data dilakukan pada 17-24 November 2016 dengan metode wawancara tatap muka yang menggunakan kuesioner terstruktur.

Survei ini dilakukan dengan jumlah sampel sebanyak 733 responden dari 800 yang direncanakan dan tersebar di lima wilayah DKI Jakarta serta satu kabupaten di Kepulauan Seribu.

Adapun margin of error berada di sekitar angka 3, 5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

 

(ren)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP