TUTUP
TUTUP
METRO

Penyebab Bocah Bastian Tewas di Tangan Pengasuh

Disuruh berdiri dari sore hingga malam.
Penyebab Bocah Bastian Tewas di Tangan Pengasuh
Wakapolres Depok, AKBP Chandra Kumara (VIVA.co.id/Zahrul Darmawan)

VIVA.co.id – Tim penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Depok, mengungkap penyebab kematian Bastian Emeraldi. Bocah berusia 2 tahun dan 8 bulan itu tewas di tangan pengasuhnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka Yuniarti, diketahui Bastian dihukum berdiri dari sore hingga sekitar pukul 20:00 WIB. Ketika dia terjatuh, tersangka tetap memaksanya berdiri. 

Selain itu, pengasuhnya ternyata juga kerap mencubit Bastian. Meski begitu, Yuniarti membela diri dan menyatakan bukan pembunuh Bastian.

“Tersangka masih bersikeras penyebab kematian korban bukan karena dirinya. Tapi fakta menyebutkan, korban meninggal setelah tersangka ini memang keras terhadap anak itu,” kata Wakapolresta Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Chandra Sukma Kumara di Mapolresta Depok, Senin, 28 November 2016.

“Kasih makan memang, tapi disiksa dengan cara suruh berdiri. Ketika fisik sudah enggak kuat, anak ini jatuh suruh berdiri lagi, dipegang lehernya, diguncang-guncang tangannya. Dan ketika jam 22:00 WIB malam itu, ketika akan tidur si tersangka suruh korban tidur, korban justru muntah-muntah hingga tak sadarkan diri,” jelas Chandra.

Melihat itu, tersangka mulai panik, dia kemudian meminta bantuan tetangga untuk membawa anak majikannya itu ke puskesmas di kawasan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat, yang lokasinya tak jauh dari rumah tersangka. 

Namun nahas, nyawa Bastian sudah tak tertolong. Diduga, korban tewas akibat kekerasan fisik yang dialaminya, sesuai sejumlah luka di bagian kepala, wajah, dan paha.

“Untuk memastikannya kita masih menunggu hasil autopsy Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” ujar Chandra. 

Kasus ini awalnya dilaporkan Reza, ayah korban, karena curiga dengan sejumlah luka memar di jasad Bastian, Selasa malam, 22 November 2016. Setelah dilaporkan ke Polsek Jagakarsa, Rabu siang, 23 November 2016, polisi pun memastikan ada kejanggalan pada kematian korban. 

Namun karena lokasi kejadian di wilayah Depok, kasus itu akhirnya dilimpahkan ke Polresta Depok. 

Sehari-hari, Bastian memang dititipkan ke Yuniarti karena kedua orang tuanya sibuk bekerja. Sang ibu, Gadis Julianti Permatasari (22 tahun), awalnya percaya menitipkan buah hatinya pada tersangka karena merasa sudah dekat, layaknya saudara. Dia pun membayar Yuniarti upah Rp1,2 juta per bulan, untuk diasuh di rumah tersangka setiap Senin sampai Jumat. Sementara Gadis, yang sudah berpisah dengan Reza, tinggal dan bekerja di Jakarta.

“Saya enggak habis pikir, kok bisa anak sekecil itu dibunuh dengan cara keji. Saya engak kuat pak, saya mohon hukum dia yang berat,” ujar Gadis sambil tersedu.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP