TUTUP
TUTUP
METRO

Demi Menang Pilkada, Ahok Akui Perlu Tahan Bicara

Ahok kerap terlibat banyak masalah hanya karena ucapannya.
Demi Menang Pilkada, Ahok Akui Perlu Tahan Bicara
Basuki Tjahaja Purnama bersama pimpinan partai pengusung. (Fajar GM)

VIVA.co.id – Calon gubernur DKI Jakarta petahana, Basuki Tjahaja Purnama, mengakui dirinya perlu menahan bicara saat masa kampanye pemilihan kepala daerah DKI 2017. Menurut Ahok, ucapannya tak jarang menjadi senjata bagi lawan politiknya untuk menurunkan potensi keterpilihannya.

Ahok mengakui, hal itu sempat terjadi saat dirinya menyampaikan soal surat Al Maidah Ayat 51 yang dianggap menistakan agama Islam dan ulama. Ahok, akhirnya menjadi tersangka saat masa kampanye digelar. Menurut Ahok, bila dia menahan bicara, tim kampanyenya tak akan kesulitan untuk memenangkan dirinya dan Djarot Saiful Hidayat.

"Yang paling dibutuhkan dalam pertempuran kita saat ini, doain saja saya enggak ngomong yang aneh-aneh. Enggak ada yang lain. Ya kan?" ujar Ahok di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 26 November 2016.

Ahok mengatakan, belajar dari pengalamannya terlibat banyak masalah hanya karena ucapan yang dilontarkan. Dia juga sadar dan mulai menahan diri untuk menyampaikan kepada media hal yang bisa memicu kegaduhan.

Tapi menurut Ahok, tim pemenangannya juga harus selalu berusaha mengingatkannya. Ahok mengaku gaya bicaranya yang ceplas-ceplos adalah pembawaan aslinya. Sehingga, ia terkadang perlu diarahkan supaya perkataannya tidak memicu kegaduhan.

"Saya sudah berusaha sebaik mungkin, intonasi diturunkan. Tapi saya kira teman-teman perlu ingatkan, kita mulai atur lah," ujar Ahok.

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP