Pemuda NTT di Jakarta Beri Dukungan ke Ahok-Djarot  

Ahok-Djarot saat daftar ke KPU Provinsi DKI Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

VIVA.co.id – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat didukung organisasi pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di Jakarta.

Golkar Ngotot Ajukan Kader Internal di Pilgub Jakarta 2024

Organisasi itu bernama Forum Pemuda NTT. Deklarasi dukungan dilakukan pagi ini di 'Rumah Lembang', salah satu markas pemenangan pasangan Ahok-Djarot di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.

Ahok, sapaan akrab Basuki, dan Djarot, turut menghadiri deklarasi.

Hasto: Ahok Belum Terdaftar Jadi Kader PDI Perjuangan

Wakil Ketua Forum Pemuda NTT Thomas Edison Rihi mengatakan deklarasi dilakukan semata-mata karena warga NTT di Jakarta, menurutnya, jelas melihat hasil kerja Ahok dan Djarot di Jakarta.

"Kita 24 tahun hidup di sini, hari ini kita lihat ada perubahan," ujar Thomas di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 24 November 2016.

SBY Sebut Kultur Politik Tanah Air Berubah Sejak Pilkada DKI 2017

Ia mengklaim, tak ada latar belakang politik atas dukungan yang diberitakan. Thomas kemudian menyampaikan sejumlah program pembangunan Jakarta di bawah pemerintahan Ahok-Djarot yang menurutnya menandakan terjadinya kemajuan di Jakarta. Program itu, adalah penataan segi estetika Jakarta dengan pembenahan taman, dan perbaikan layanan transportasi umum.

Thomas juga menyebut kerja sama Pemerintah Provinsi DKI dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam hal penyediaan sapi untuk Jakarta, sebagai salah satu alasan kenapa pemuda NTT mendukung Ahok-Djarot.

"Taman-taman bagus, transportasi umum bagus, Pemprov DKI juga telah menjalin kerja sama dengan Pemprov NTT," ujar Thomas.

Djarot mengungkapkan, mengapresiasi dukungan dari pemuda NTT, dukungan tersebut menunjukkan semangat Bhineka Tunggal Ika. Mereka tak menjadikan unsur agama dan golongan sebagai latar belakang mendukung pemimpin. Forum Pemuda NTT semata-mata mendasarkan dukungan atas kinerja Ahok-Djarot.

"Dalam suatu forum demokrasi, kita memang harus mengedepankan adu kinerja dan adu visi misi. Untuk memilih pemimpin Jakarta, tidak boleh didasarkan pada apa sukunya, apa agamanya, apa golongannya," ujar Djarot.

Ahok, juga menyatakan Pemerintah Provinsi DKI yang telah dan bisa jadi ia pimpin lagi, tidak memilih-milih dalam melakukan pelayanan. Jakarta terbuka untuk seluruh rakyat Indonesia. Berbagai fasilitas di Jakarta seperti fasilitas kesehatan dan fasilitas transportasi, bisa juga mereka nikmati.

"Untuk kesehatan, misalnya. Siapapun yang hidup di Jakarta. Kalau mau (dirawat) di Puskesmas atau RSUD kelas III, biaya pengobatannya kami tanggung," ujar Ahok.
 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya