TUTUP
TUTUP
METRO

Dirawat Pengasuh, Bastian Tewas dengan Luka Lebam

Anak itu tidak pernah mengeluh sakit di depan orangtuanya.
Dirawat Pengasuh, Bastian Tewas dengan Luka Lebam
Ilustrasi/Penganiayaan. (Foto: Istimewa)

VIVA.co.id – Seorang warga bernama Reza membuat laporan ke Polsek Pasar Minggu setelah mendapat kabar anak bungsunya yang bernama Bastian Emeraldi (2,8 tahun) meninggal dunia, Selasa malam, 22 November 2016. Dia menduga, Bastian meninggal karena tidak wajar.

Gadis Julianti Permatasari (22), ibu korban, mengatakan sebelum mengetahui anaknya sudah terbujur kaku di Rumah Sakit Cilangkap, Jakarta Timur, dia diberitahu oleh Yuniarti atau Nia, bahwa anaknya dalam kondisi sakit. Yuniarti merupakan orang yang diminta Gadis untuk merawat dan mengasuh Bastian, jika tengah bekerja.

Gadis yang sudah cerai dengan Reza itu mengaku dihubungi oleh Nia pada Selasa malam tadi dan hanya diberitahu anaknya sakit, namun tidak diberitahu jika anaknya sudah meninggal.

"Posisi saya lagi kerja. Dijemput di tempat kerja saya sama orangtua kakaknya Yuniar. Di bawalah ke Cilangkap. Cuma pada bilang ke saya itu, ayo kita ke rumah bunda, Raldi sakit. Enggak dikasih tahu sudah meninggal. Sampai di sana yang saya lihat sudah terbujur kaku, mukanya sudah pucat," kata Gadis saat ditemui di rumah duka, RT 10 RW 04, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, 23 November 2016.

Gadis menjelaskan, selama bekerja Senin sampai Jumat, anaknya diasuh dan dirawat oleh Nia dan hari Sabtu sampai Minggu bersamanya.

Gadis pun tak menaruh curiga sedikitpun saat melihat anaknya sudah meninggal, lantaran saat itu dia merasa sangat terpukul dan syok tiba-tiba melihat anaknya sudah terbujur kaku tak bernyawa. Dia mengatakan sehari sebelumnya anaknya dalam kondisi baik-baik saja dan tidak ada lebam di pipi maupun paha. Berbeda saat dia benar-benar perhatikan jasad anaknya. 

"Lebam di pipi, enggak ada tanda lahirnya seperti itu. Pokoknya semalam itu di Cilangkap sudah ada. Senin itu enggak ada (lebam). Kalau di dahinya itu memang luka sendiri pernah jatuh," ujarnya.

Gadis juga menegaskan anaknya tidak punya riwayat penyakit. Namun, dia sempat diberitahu oleh Nia jika anakya sering muntah-muntah.

"Enggak sih, enggak ada gejala yang aneh-aneh (terakhir ketemu). Memang waktu itu. Kak Yuniar bilang di akhir-akhir memang muntah-muntah mulu. Tapi sama saya enggak muntah. (Menurut keterangan) Dokter yang di Cilangkap ya, saya dengar katanya anak saya paru-paru basah," ucap dia.

Berdasarkan pantauan, untuk penyelidikan kasus itu, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk dilakukan visum dan autopsi. Sementara itu, ayah, nenek dan sejumlah keluarga korban ikut bersama mobil jenazah ke RS. Fatmawati. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP