TUTUP
TUTUP
METRO

Djarot: Susah Senang Saya Akan Bersama Pak Ahok

"Doakan Ahok-Djarot tetap kuat. Kebenaran pasti menang."
Djarot: Susah Senang Saya Akan Bersama Pak Ahok
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur peserta Pilkada DKI 2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat. (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)

VIVA.co.id – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, meminta kepada warga dan pendukung untuk mendoakan koleganya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang tengah diperiksa oleh Bareskrim Polri. Ahok hari ini, Selasa, 22 November 2016, diperiksa sebagai tersangka dugaan penistaan agama.

"Doakan Ahok-Djarot tetap kuat. Kebenaran pasti menang," kata Djarot di Rumah Lembang, Jakarta Pusat.

Menurut Djarot, status tersangka yang disandang Ahok merupakan bentuk cobaan. Dia yakin kebenaran akan terungkap.

"Mohon doanya. Kita harus tabah harus kuat agar bisa menegakkan kebenaran dan sampaikan ke seluruh Indonesia," tuturnya.

Djarot pun berjanji tidak akan meninggalkan Ahok, meskipun saat ini koleganya itu berstatus sebagai tersangka. "Tak ada perbedaan prinsip, maka susah senang saya akan bersama Pak Ahok," ucap Djarot.

Kampanye di Rumah Lembang

Sementara itu, hari ini Djarot kampanye dengan menerima keluhan warga di Rumah Lembang, Jakarta Pusat. Djarot menggantikan aktivitas Ahok.

Meskipun digantikan Djarot, ratusan warga tetap memenuhi Rumah Lembang, untuk menyampaikan keluhan maupun sekadar memberi dukungan.

Salah satu warga yang datang, Joyce, yang juga guru SD di kawasan Cikini menyampaikan keluhan bahwa SD Negeri tidak bisa menerima bantuan dari orang tua murid yang sukarela ingin membantu.

"Tolong pak, walaupun SD Negeri, jangan dimarahi kepala sekolah kalau ada orang tua mau bantu. Kami kan sekolah percontohan, kalau tidak boleh, kasih sistem agar orang tua membantu tapi tidak melanggar," kata Joyce.

Menanggapi hal itu, Djarot menyebut telah sering menerima keluhan serupa. Jika memang orang tua murid ingin membantu dan tidak ada paksaan dari pihak sekolah, Djarot menilai hal itu sah-sah saja.

"Kalau ada orang tua membantu boleh kok, asalkan langsung dalam bentuk barang," kata Djarot. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP