TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
METRO

Jalan di Patra Kuningan Ambles Sepanjang 17 Meter

Penyebabnya hujan yang turun terus menerus.
Jalan di Patra Kuningan Ambles Sepanjang 17 Meter
Turap di kawasan Patra Kuningan amblas. (VIVA.co.id / Irwandi Arsyad)

VIVA.co.id – Turap saluran air penghubung yang ada di Jalan Patra Kuningan XV RT 06 RW 04, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, ambles hingga memakan badan jalan.

Turap setinggi sekitar 3 meter pada saluran air penghubung yang mengalami ambles itu terus meluas hingga sepanjang sekitar 17 meter dari yang sebelumnya hanya sekitar 7 meter.

Kondisi intensitas hujan yang sering mengguyur wilayah tersebut sangat berpotensi terjadinya ambles susulan. Selain itu, kondisi retakan di badan jalan yang awalnya hanya sekira sepanjang satu meter, kini juga bertambah menjadi sekira 3 meter.

Kepala Suku Dinas Tata Air, Holi Susanto, mengatakan penanganan turap yang longsor di lokasi itu sudah dilakukan sejak peristiwa pertama pada 11 November 2016 lalu. Namun akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan retakan jalan itu tidak mampu menahan air yang masuk, hingga mengakibatkan tanah tidak mampu menahan air. Akibatnya, turap saluran air tersebut ambles pada Minggu sore kemarin.

"Kemarin (Minggu sore) hujan deras dan memang sudah ada keretakan sebelumnya, ini jadi tambah panjang dan lebar retakannya. Air hujan yang masuk melalui retakan menyebabkan beban tanah berat, jadi turapnya terdorong," kata Holi di Jakarta Selatan, Senin, 21 November 2016.

Untuk menahan dan mengantisipasi longsor susulan, kata Holi, pihaknya akan memasang cerucuk dolken, sebelum dilakukan pembuatan turap permanen baru di lokasi tersebut. Untuk bahan pendukung pembuatan turap permanen akan didatangkan mulai besok, seperti, semen, batu split dan juga pasir.

Selain itu, kata Holi, satu unit ekskavator spider juga sudah berada di lokasi untuk dioperasikan membantu memasang cerucuk dolken (bahan dari kayu) dan juga membersihkan sisa-sisa material longsor dari saluran air PHB itu.

"Kami pasang cerucuk dulu untuk menahan tanah yang di atas supaya enggak turun (ambles). Kalau dicerucuk kan ngiket tanahnya. Baru dilakukan pembongkaran turap dengan pembesian, pakai besi sloof dan column," ujar Holi. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP