TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
METRO

Demo 2 Desember, Kapolda Metro Hubungi Kyai di Jawa Tengah

Tujuannya untuk meredam aksi tersebut.
Demo 2 Desember, Kapolda Metro Hubungi Kyai di Jawa Tengah
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. M. Iriawan (kanan) (VIVA.co.id/Moh. Nadlir)

VIVA.co.id – Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan mengatakan, sampai saat ini kepolisian masih mendata jumlah massa dalam unjuk rasa Aksi Bela Islam III yang akan dilaksanakan pada 2 Desember mendatang.

"Sampai sekarang sedang kita datakan antara pihak kami, Polda metro dan Kodam Jaya, untuk disinkronkan nanti," kata Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin, 21 November 2016.

Menurutnya, yang pasti kepolisian akan melarang unjuk rasa pada 25 November atau 2 Desember apabila berdemo di tempat umum.

"Tempat demo sudah ada. Kemarin di depan Istana kami siapkan 100 meter dan tempat lain juga ada. Karena yang direncanakan akan berdemo di jalan umum, jalan untuk dipakai masyarakat umum, orang mau bekerja, beraktivitas, orang akan ke rumah sakit dan sekolah, sehingga akan terganggu. Sekarang kita kumpulkan data dari Polri dan TNI untuk mengantisipasi itu," ucapnya.

Bahkan, dia sudah berkoordinasi dengan beberapa wilayah adanya massa dari luar Jakarta yang akan ikut dalam aksi tersebut.

"Saya imbau sekali lagi, kami sudah koordinasi dengan beberapa wilayah dan daerah, juga demikian. Tadi kami telepon beberapa kyai di Jatim dan Jateng, mereka menyerahkan proses hukum ke kepolisian. Mereka siap dukung proses hukum itu agar berkeadilan," katanya.

Mengenai adanya informasi unjuk rasa lanjutan untuk tindakan inskonstitusional, Mantan Kapolda Jawa Barat ini menyebut apapun alasannya tidak diperbolehkan unjuk rasa di tempat umum.

"Apapun alasanya, apabila turun ke jalan kami tidak memberikan, kami tegas tidak boleh. Apapun alasan demo tersebut. Tapi kalau demo di tempat tertentu yang disediakan, kami akan layani," ucapnya.

Lebih lanjut, Iriawan enggan menjelaskan langkah kepolisian apabila massa tetap akan melakukan aksi di Jalan Sudirman-Thamrin.

Ia hanya mengimbau kepada masyarakat agar menyerahkan proses hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke kepolisian.

"Saya imbau, sekarang kan saudara Ahok sudah diproses hukum. Yang bersangkutan siap menghadapi sidang di pengadilan. Mabes Polri sedang maraton menyelesaikan berkas, diusahakan sebelum tanggal 2 Desember rampung. Masyarakat ini tinggal menunggu proses hukum saja. Bekerja saja, aktivitas saja. Masih banyak yang lebih penting lain yang bisa dilakukan masyarakat. Jadi masyarakat tetap tenang, media sosial yang ada keluar itu tidak ditanggapi secara maksimal," Iriawan menambahkan.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP