TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
METRO
Pilkada Serentak 2017

Perludem: Jangan Tolak Kampanye Calon, Cukup Tidak Dipilih

Mereka harus ditindak agar tidak jadi preseden ke daerah lain.
Perludem: Jangan Tolak Kampanye Calon, Cukup Tidak Dipilih
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur peserta Pilkada DKI 2015, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok didampingi Djarot Saiful Hidayat, Rabu (16/11/2016) (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)

VIVA.co.id – Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) prihatin atas penolakan kampanye yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat terhadap Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama dan Wakilnya, Djarot Saiful Hidayat

Menurut Perludem, masyarakat yang menolak dan melakukan aksi anarki harus ditindak secara hukum.

"Regulasinya adalah setiap orang yang menghalangi kampanye dipidana penjara. Mereka harus ditindak agar tidak jadi preseden ke daerah lain," kata Perwakilan Perludem, Muhamad Fadli, di JakartA, Sabtu, 19 November 2016.

Ia juga berpendapat bahwa jika masyarakat tidak menyukai salah satu pasangan calon (paslon), tidak seharusnya melakukan tindakan penolakan yang mengacaukan kampanye. Cukup dengan tidak memilih pasanga calon tersebut saat pemilihan tiba.

"Silakan berdialog dengan pasangan calon. Kenapa harus menolak? Harusnya berdialog. Apa yang harus diperbaiki ke depan," ujar Fadli.

Ia menilai, dengan mengganggu aktivitas kampanye justru hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Itu dikarenakan informasi terkini mengenai pasangan calon tidak didapat banyak. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP