TUTUP
TUTUP
METRO

Drainase Vertikal, Cara Agus Yudhoyono Atasi Banjir di DKI

Dengan teknik itu, debit air hujan akan ditampung di dalam tanah.
Drainase Vertikal, Cara Agus Yudhoyono Atasi Banjir di DKI
Calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (VIVA.co.id/ Anwar Sadat)

VIVA.co.id – Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono blusukan ke Jalan Kebong Bawang VIII, Tanjung Priok , Jakarta Utara, Selasa, 15 November 2016. Saat blusukan, Agus mengatakan, warga setempat mengungkapkan permasalahan yang hampir sama dengan wilayah lainnya yaitu, kerap mengalami banjir.

Menurut Agus, banjir di Ibukota saat ini merupakan masalah yang pelik bagi warga. Putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu kemudian menjelaskan programnya untuk menangani banjir.

Untuk itu, kata Agus, mindset pemerintah harus diubah. Tak lagi mengandalkan sistem drainase horizontal yang mengalirkan air hujan ke saluran air lalu ke sungai. Saat ini, menurut Agus, seharusnya menggunakan cara drainase vertikal, di mana nantinya air hujan meresap langsung ke sumur-sumur resapan di bawah pemukiman warga.

"Kalau semuanya ke sungai, pada saatnya kapasitas sungai tidak memungkinkan. Itulah yang nanti menyebabkan banjir. Jadi mindset kita harus diubah, dari horizontal drainase ke vertikal drainase," kata Agus di Kebon Bawang, Jakarta, Selasa, 15 November 2016 siang.

Menurut Agus, debit air hujan akan ditampung di dalam tanah. Pembuatan sumur resapan di dalam tanah akan dilakukan sesuai kebutuhan, dengan melihat rata-rata curah hujan dan seberapa besar volume air yang harus diantisipasi.

"Itu semua harus dilakukan secara scientific sehingga setiap daerah tentu memiliki pendekatan ataupun jumlah (sumur resapan) yang berbeda," kata Agus.

Untuk program ini akan banyak pihak yang dilibatkan. Tak hanya pemerintah daerah tetapi komunitas di lingkungan sekitar juga turut dilibatkan. "Saya harap dengan program ini bisa semakin meningkatkan kualitas hidup mereka termasuk mencegah terjadinya banjir," ujarnya.

 

(ren)
 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP