TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
METRO

Waspada Modus Baru Pengemis, Pura-pura Sakit di Kereta

Sering beraksi di kereta commuter (KRL) dari Depok ke Jakarta.
Waspada Modus Baru Pengemis, Pura-pura Sakit di Kereta
Pengemis masuk ke dalam kereta (Istimewa)

VIVA.co.id – Ipan Maulana, remaja berusia 14 tahun ditemukan tengah dalam keadaan lemas di bangku KRL jurusan Depok -  Kota. Setelah mengaku sakit, remaja tersebut dibawa ke pos kesehatan Stasiun Manggarai oleh penumpang beserta Petugas Keamanan Dalam (PKD) KRL. Ternyata, setelah diperiksa dokter, remaja tersebut dinyatakan sehat dan tidak ditemukan penyakit.

Mengetahui hal ini, PKD mengontak Tim Reaksi Cepat (TRC) Kementerian Sosial untuk menangani permasalahan remaja tersebut. Petugas TRC Kemensos merujuk remaja ini ke PSAA Putra Utama 1 Klender untuk mendapatkan pembinaan.

"Ipan Maulana awalnya mengaku harus jual tisu buat makan, ditinggal orang tua, tidak punya bayaran sekolah. Setelah dicek isi tasnya, ternyata ada handphone Samsung, powerbank, kunci motor (motornya katanya di terminal Depok), rokok Magnum tinggal 2 batang, uang Rp500 ribu hasil belas kasihan penumpang KRL," kata Kepala PSAA Putra Utama 1 Klender, Marwianti, di Jakarta, Selasa, 15 November 2016.

Ketika diamankan, Ipan berbaju seragam SMP, berpeci kupluk hitam putih, membawa kresek merah berisi sekitar 30 tisu ukuran besar.

"Berdasarkan informasi PKD, mereka ternyata sudah mengawasi, mengamati dan memfoto remaja tersebut di dalam KRL. Dari foto, terlihat bahwa remaja ini menerima makanan dan uang dari penumpang. Modus yang dijumpai petugas di dalam kereta adalah pura-pura sakit, kaki pincang, atau pura-pura pingsan seperti saat ditemukan oleh penumpang," ucap Marwianti.

Menurut pengakuan Ipan, modus seperti ini kerap dilakukan Ipan bersama teman-temannya di KRL jurusan Depok - Jakarta.

"Setelah menghubungi beberapa kontak yang ada di handphone Ipan, pertama kontak ibunya bernama Wartinah dan kontak Bapak yang memodali tisu atas nama Yana. Menurut Yana, Ipan biasa merokok dan motornya diparkir di terminal Depok, selanjutnya dia melakukan aksinya di dalam KRL," kata Marwianti.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP