TUTUP
TUTUP
METRO

Serangan Bom di Samarinda, Polda Metro Makin Waspada

Patroli dan razia rutin ditingkatkan.
Serangan Bom di Samarinda, Polda Metro Makin Waspada
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono. (VIVA.co.id / Bayu Januar Nugraha)

VIVA.co.id – Polda Metro Jaya antisipasi keamanan dengan meningkatkan kewaspadaan di sejumlah tempat ibadah. Hal itu dilakukan usai serangan bom molotov ke Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu, 13 November 2016.

"Pak Kapolda melalui Pak Karoops (Kepala Biro Operasi) sudah sampaikan arahan ke jajaran untuk tingkatkan kewaspadaan, antisipasi terhadap tempat ibadah, melakukan pengamanan baik terbuka dan tertutup," kata Awi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin 14 November 2016.

Selain itu, kata Awi, pihaknya juga melakukan kegitan rutin yang ditingkatkan, baik patroli skala besar maupun melakukan razia. "Secara khusus spesifik kami tidak melakukan secara terbuka dalam artian kegiatan-kegiatannya yang kami amankan. Tapi secara spesifk intelijen kami sudah ketahui berarti yang bersangkutan menyentuh objek itu," katanya.

Mengenai apakah ada informasi dari intelijen aksi serupa akan terjadi di Jakarta, Awi menuturkan, "Untuk jaringan tersangka yang tahu adalah densus 88. Kemarin kan kejadiannya residivis dari kasus-kasus lama. Itu kerjanya densus," katanya.

Menurut Awi, pihaknya juga akan melakukan tindakan persuasif simpatik kepada pengamanan di objek-objek vital maupun tempat ibadah. "Cara bertindak kami macam-macam, dengan segala keterbatasan kami lakukan pendekatan persuasif simpatik dengan pengamanan di sana (objek vital dan tempat ibadah) dan meminta keamanan agak diperketat," ucapnya.

Sebelumnya, ledakan terjadi usai jemaat melaksanakan ibadah di Gereja Oikumene, Jalan Cipto Mangun Kusumo, Kelurahan Sangkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timu. Usai melempar bom molotov, tersangka melarikan diri dengan melompat ke sungai. Setelah terjadi aksi saling kejar, tersangka berinisial JD berhasil ditangkap warga.

Akibat serangan tersebut, empat orang menjadi korban. Bahkan satu korban atas nama Intan Olivia (3) meninggal dunia Senin, 14 November 2016 pagi. Korban meninggal karena  mengalami luka bakar serius yang mencapai 80 persen dan trauma pada bagian paru-paru.

 


 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP