TUTUP
TUTUP
METRO

Kubu Romi Klaim PPP Djan Sadari Kekeliruan Dukung Ahok

Kubu Romi sebut dukungan itu merupakan dukungan tanpa dukungan.
Kubu Romi Klaim PPP Djan Sadari Kekeliruan Dukung Ahok
Sekjen PPP, Arsul Sani. (VIVA.co.id/ Lilis Khalisotussurur.)

VIVA.co.id – Dukungan ke Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama akan dikaji kembali oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz. Menanggapi hal ini, PPP kepengurusan Romahurmuziy menilai dukungan kubu Djan ke Ahok saat itu adalah dukungan tanpa dukungan.

"Dukungan dari mereka yang menamakan diri PPP Djan Faridz itu memang ibaratnya dukungan tanpa dukungan," kata Sekjen PPP kubu Romi, Arsul Sani kepada VIVA.co.id, Senin 14 November 2016.

"Kenapa begitu? Karena di luar segelintir orang-orang yang berada di lingkaran satu Djan Faridz, maka tidak ada jajaran pengurus kubu Djan Faridz yang ikut mendukung," lanjut dia.

Mengenai evaluasi dukungan yang akan dilakukan kubu Djan tersebut, Arsul mengatakan mereka sudah sadar dengan kekeliruan mereka selama ini.

"Jadi kalau mereka akan mengevaluasi, maka hakekatnya mereka sadar akan kekeliruan keputusan yang sebelumnya mereka ambil," ujar Arsul.

Menurut Arsul, kubu Djan juga menyadari 'barter' yang diharapkan dari dukungan mereka ke Ahok tersebut ternyata tidak bisa diperoleh. Barter yang dimaksud adalah berubahnya pengakuan pemerintah dengan menerbitkan SK untuk kepengurusan Djan, setelah mendukung Ahok.

"Alih-alih dipertimbangkan oleh pemerintah barter tersebut, malah Presiden Jokowi justru hari ini datang ke acara Munas Alim Ulama yang diselenggarakan oleh kepengurusan PPP hasil Muktamar Pondok Gede," kata Arsul.

Ketika ditanyakan bagaimana sikap partai jika kubu Djan sejalan dengan kubu Romy dalam mendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, hal itu dinilai telat.

"Buat PPP sih tidak banyak pengaruhnya, karena struktur dan akar rumput PPP sudah kompak mendukung Agus-Sylvia," ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PPP kubu Djan, Achmad Dimyati Natakusumah mengungkapkan bahwa dukungan ke Ahok akan dikaji kembali. Menurut Dimyati, pengkajian itu akan dilakukan setelah mendapatkan masukan dari para alim ulama dan juga konstituen.

"Kami akan kaji dan evaluasi lagi dukungan kepada Ahok," kata Dimyati kepada VIVA.co.id, Minggu 13 November 2016.

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP