TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
METRO

Survei LSI: Angka Swing Voters Pilkada DKI Meningkat

Peningkatan swing voters cenderung dipengaruhi larinya pendukung Ahok.
Survei LSI: Angka Swing Voters Pilkada DKI Meningkat
LSI merilis hasil survei terkait elektabilitas calon gubernur DKI Jakarta (Anwar Sadat)

VIVA.co.id – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyatakan, jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan (swing voters) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017 terus meningkat. 

Menurut peneliti LSI, Adjie Alfaraby, berdasarkan survei pada Oktober 2016, terdapat 28,2 persen swing voters. Pada survei kali ini, jumlah itu meningkat menjadi 34,5 persen pemilih belum menentukan pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta yang akan mereka pilih.

Dia mengatakan, peningkatan angka swing voters cenderung dipengaruhi oleh larinya pendukung paslon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Syaiful Hidayat akibat kasus dugaan penistaan agama. Perkara itu terkait video pidato Ahok yang mengutip surat Al Maidah ayat 51, di Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu.

"Kalau kami lihat trennya, pendukung Ahok-Djarot ternyata lari ke swing voters atau mereka yang belum menentukan pilihan. Jadi yang sebelumnya memilih Ahok, saat ini cenderung berdiam diri dan masih melihat-lihat atau mempertimbangkan siapa yang akan dipilih," katanya di Kantor LSI Denny JA Graha Rajawali Rawamangun Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis, 10 November 2016

Adjie menjelaskan, ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi suara swing voters, di antaranya faktor rasional, sosiologis dan primordial. "Artinya, mereka tidak terlalu emosional, mereka akan melihat dua hal, pertama personality, sejauh mana tiga kandidat ini yang lebih meyakinkan dari sisi leadership, yang lebih merakyat, lebih jujur," kata Adjie

Faktor lainnya, kata Adjie, yakni faktor sosiologis, yaitu seberapa kuat para kandidat meyakinkan publik bahwa mereka lebih mampu dan lebih baik ketika memimpin DKI Jakarta.

"Sementara untuk faktor primordial itu, suara swing voters dipengaruhi oleh hal-hal seperti kesamaan etnis atau suku, tradisi atau adat-istiadat, dan kepercayaan," ujarnya.

Survei LSI ini dilakukan pada 31 Oktober 2016-5 November 2016 di Jakarta. Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden. Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error survei sekitar 4,8 persen.

(mus)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP