TUTUP
TUTUP
METRO

Agus Yudhoyono Nekat Kampanye di Lumbung Suara PDIP

"Saya tidak pernah melihat ini basisnya apa atau siapa."
Agus Yudhoyono Nekat Kampanye di Lumbung Suara PDIP
Agus Harimurti Yudhoyono berkampanye. (VIVA.co.id/Anwar Sadat)

VIVA.co.id –  Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono menggunjungi kawasan RW 1 dan RW 2 Kelurahan Pulogadung, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur Rabu 9 November 2016.

Saat datang, Agus yang didampingi oleh sang Istri Annisa Pohan, disambut oleh tokoh masyarakat sekitar yang juga sebagai ketua Paguyuban Pedagang Ayam Potong DKI Jakarta, Nojeng. Namun saat Agus datang, Nojeng mengatakan secara jujur bahwa di wilayah tersebut merupakan wilayah dengan mayoritas warga pendukung PDI Perjuangan.

"Selamat datang mas Agus. Jujur saja sebenarnya di sini memang kandang banteng (Wilayah banyak pendukung PDIP). Tapi dengan kehadiran mas Agus saya harap ini akan berubah," kata Nojeng di kawasan Pulogadung.

Agus menanggapi dengan santai ketika mengetahui daerah tersebut merupakan basis PDIP. Menurut Agus saat ini yang terpenting adalah mendengar aspirasi dari warga masyarakat DKI Jakarta.

"Saya tidak pernah melihat ini basisnya apa atau siapa, bagi saya kalau ini adalah sesuatu yang perlu saya datangi dan saya dengar aspirasinya, tentu saya akan datangi dengan senang hati," ujar Agus

Agus mengaku senang dapat diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar. Agus mengatakan, kedatangannya ke wilayah tersebut merupakan sebuah ketulusan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

"Alhamdulillah masyarakat menerima saya dengan baik, dengan penuh antusias, saya syukuri karena saya datang dengan ketulusan. Bukan ingin difoto di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Agus juga merasa perlu mendalami situasi yang saat ini ada di Pulogadung. Hal tersebut juga yang melandasi dia turun langsung ke lapangan. Bahkan ke lokasi yang disebut-sebut sebagai wilayah 'kandang banteng' tersebut.

"Saya mengatakan pada tim, saya ingin datang langsung karena saya ingin melihat dan mendengarkan
mereka langsung tanpa suatu proses lain-lain begitu. Saya yakin dialog kami tidak penuh rekayasa dan modifikasi.”

(mus)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP