TUTUP
TUTUP
METRO

Djarot Tak Nyaman Dikawal Ketat Brimob

"Saya tadi bilang jangan terlalu dekat pak."
Djarot Tak Nyaman Dikawal Ketat Brimob
Cagub Djarot S Hidayat dikawal ketat Brimob. (VIVA.co.id/Ade Alfath)

VIVA.co.id – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta inkumben Djarot Saiful Hidayat mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian saat blusukan ke kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis 3 November 2016. Tak kurang 1 Kompi Brimob dan puluhan personel polisi berjaga-jaga di sekeliling Djarot.

Mendapat pengawal seperti itu, Djarot justru meminta agar polisi tak berada terlalu dekat dengannya. Hal itu agar tidak menakuti warga, yang menghampiri untuk menyampaikan keluhan maupun sekadar berfoto.

"Saya tadi bilang jangan terlalu dekat pak, jangan sampai warga takut mendekat," kata Djarot di lokasi.

Menurut Djarot, sampai sekarang situasi di Jakarta masih aman. Dia meminta agar isu-isu kerusuhan tidak dibesar-besarkan. "Kita aman kok, adem ayem kok Jakarta," tambahnya.

Meskipun begitu, mantan Walikota Blitar itu memaklumi pengawalan seperti itu karena sudah merupakan SOP kepolisian. Setidaknya ada 33 personel Brimob ikut mengawal kolega Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok itu.

"Kita turunkan 33 Brimob, sama 15 anggota Polsek," kata Kapolsek Penjaringan, Kompol Bismo di lokasi.

Menurut dia, pengamanan yang cukup ketat itu dilakukan untuk memastikan keamanan dari Cagub atau Cawagub. SOP serupa berlaku terhadap semua calon yang blusukan ke Penjaringan.

"Ini sebagai wujud antisipasi saya terhadap antisipasi kemanaan, jangan sampai polisi telat mengantisipasi," tambahnya.

Sebelumnya, Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok mendapat penolakan, saat tiba di Jalan Rawa Belong, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu 2 November 2016. Ahok yang mengenakan kemeja kotak-kotak, tiba pukul 16:05 WIB, langsung menyapa sejumlah warga.

Setelah Ahok berjalan memasuki gang melewati Pasar Kaget, yang tak jauh daritempat ia turun dari mobilnya, tiba- tiba sejumlah massa yang mengatasnamakan warga sekitar meneriaki Ahok.

"Ini kampung gua. Ngapain lu ke sini?" kata sejumlah warga yang didominasi anak muda itu.

Mengetahui hal itu, aparat Kepolisian gabungan dari Kepolisian Resort Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya langsung mengevakuasi gubernur non-aktif itu ke Polsek Kebon Jeruk.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP