TUTUP
TUTUP
METRO
Pilkada Jakarta 2017

Timses Ahok Tak Hiraukan Informasi Intelijen Polisi

Polisi telah menyampaikan Ahok akan ditolak di Rawa Belong.
Timses Ahok Tak Hiraukan Informasi Intelijen Polisi
Ahok dihadang pendemo saat kampanye di Kebon Jeruk (02/11). (VIVA/Eduard)

VIVA.co.id – Tim pemenangan Ahok-Djarot di Pemilihan Kepala Daerah DKI 2017, tak menghiraukan informasi intelijen yang disampaikan Kepolisian Daerah Metro Jaya terkait peristiwa di Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Saat itu Ahok ditolak warga menyambangi daerahnya.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono.

Menurut Awi, polisi telah mengetahui penolakan akan terjadi jika Ahok, sapaan akrab Basuki, mendatangi warga pada Rabu sore kemarin, 2 November 2016. Namun Ahok tetap mengunjungi kawasan itu dalam rangka berkampanye.

"Kami sudah sampaikan kepada tim sukses bahwa di sana ada penolakan," ujar Awi, di markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 3 November 2016.

Awi mengatakan, tak hanya untuk pasangan Ahok-Djarot, polisi juga memberi informasi intelijen kepada dua pasangan lain, Agus-Sylvi dan Anies-Sandi. Polisi meminta setiap tim pemenangan menjadikan informasi intelijen sebagai acuan keselamatan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI.

Sementara, terkait keputusan polisi supaya Ahok dievakuasi, Awi mengatakan situasi pada saat itu sudah tidak kondusif. Massa yang meneriaki Ahok bertambah dari hanya lima menjadi sepuluh orang. Ahok, dievakuasi menggunakan sebuah angkutan kota (angkot) yang melintas supaya ancaman tidak berlanjut ke hal lain yang dikhawatirkan seperti tindak kekerasan.

"Pasangan nomor dua (Ahok) kami perintahkan untuk kembali supaya jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Jadi kami sudah cegah itu," ujar Awi.

Sebelumnya diberitakan, Ahok diteriaki sejumlah orang kemarin setelah memasuki gang, melewati pasar di Rawa Belong.

"Ini kampung gua. Ngapain lu ke sini?" ujar sejumlah warga yang didominasi anak muda.

Mengetahui hal itu, aparat kepolisian gabungan dari Kepolisian Resor Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya langsung mengevakuasi gubernur non-aktif itu ke markas Polsek Kebon Jeruk. Di lokasi, anggota polisi berpakaian dinas dan preman langsung menjaga kawasan yang tadinya sempat dikunjungi Ahok.

Rencananya, Ahok mendatangi lokasi tersebut untuk menyapa warga, sekaligus memantau kondisi Kali Sekretaris yang rencananya akan dinormalisasi.

Ahok sendiri, kecewa dengan adanya penolakan warga terhadap dirinya. "Ini melanggar demokrasi," ujar Ahok yang tetap terlihat tenang saat meninggalkan markas Polsek Kebon Jeruk.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP