TUTUP
TUTUP
METRO

Pengunjuk Rasa 4 November Mulai Tiba di Masjid Istiqlal

Sudah ada 22 orang yang berasal dari luar daerah.
Pengunjuk Rasa 4 November Mulai Tiba di Masjid Istiqlal
Ilustrasi Masjid Istiqlal. (U-Report)

VIVA.co.id – Massa yang hendak melakukan unjuk rasa besar pada Jumat esok, 4 November 2016, mulai tiba di Masjid Istiqlal. Masjid ini direncanakan menjadi titik kumpul massa yang akan long march ke Balai Kota DKI dan Istana Negara.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas) Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat, Komisaris Polisi Suyatno mengatakan, hingga Kamis siang, 3 November 2016, polisi sudah mendata 22 orang yang berasal dari luar daerah.

"Sejauh ini, baru 22 orang dari Solo, Medan, Kendal," ujar Suyatno, saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Suyatno mengatakan, polisi menyiagakan puluhan personil di Istiqlal. Personil akan ditambah, seiring bertambahnya pula jumlah massa. "Personil berjaga di sana, untuk menyambut kedatangan mereka," ujar Suyatno.

Kepala Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah mengatakan, pengurus memang berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk melakukan pengamanan. Menurut Abu, aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga akan datang menambah pengamanan.

"Urusan keamanan akan di-handle mereka," ujar Abu.

Abu meminta massa yang telah dan akan datang untuk menjaga ketertiban dan kebersihan masjid. Pengurus, mempersilakan massa menginap. Namun, Masjid Istiqlal tetaplah tempat beribadah. Keberadaan massa tidak boleh mengganggu jemaah yang hendak salat, atau melakukan ibadah lain di sana.

"Persiapan khusus tidak ada, seperti biasa saja. Tetapi, kami mengimbau untuk menjaga kebersihan masjid, karena ini tempat ibadah, bukan wisma," ujar Abu.

Diketahui, massa yang menamakan diri Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF - MUI) telah menerima izin unjuk rasa dari Markas Besar Kepolisian RI. Bachtiar Nasir, seorang ustaz, menjadi penanggungjawab unjuk rasa yang dalam pemberitahuannya disebutkan akan melibatkan massa sebanyak 100 ribu Muslim dari banyak daerah di Indonesia.

Unjuk rasa, merupakan aksi lanjutan setelah pada 14 Oktober 2016, massa yang jumlahnya lebih sedikit, melakukan aksi serupa. Dalam unjuk rasa yang dinamai ‘Bela Islam II’, tuntutan massa masih sama. Mereka menuntut keseriusan penegak hukum memproses laporan dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama.

Banyak kalangan melaporkan Ahok, sapaan akrab Basuki, ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri atas perkataannya di Kepulauan Seribu pada Selasa, 27 September 2016. Perkataannya yang menyinggung ayat 51 surat Al Maidah, surat dalam kitab suci umat Islam, Al Quran, dianggap sebagai bentuk penistaan agama. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP