METRO

Insiden Oknum Polwan di Istana Negara

Insiden ini terjadi di tengah upacara 17 Agustus kemarin di Istana Negara.

ddd
Selasa, 18 Agustus 2009, 14:45
Insiden memalukan Polwan saat Upacara Kemerdekaan
Insiden memalukan Polwan saat Upacara Kemerdekaan (antv)

VIVAnews - Peristiwa janggal terjadi  saat pelaksanaan pengibaran bendera untuk memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-64 di Istana Negara, Senin 17 Agustus 2009.

Pada barisan polisi, seorang polisi wanita (Polwan) terlihat seperti menendang kawan di depannya beberapa kali. Sang Polwan juga terlihat mengatakan sesuatu. Gambar itu direkam oleh Anteve dan disiarkan dalam acara liputan siang tadi.

Dalam gambar itu  juga  terlihat sang polisi wanita itu memegangi leher rekannya yang ada di depannya. Tidak jelas apa sebetulnya yang terjadi.

Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Sulistyo Ishak, Selasa 18 Agustus 2009, kepada VIVAnews menjelaskan bahwa  Mabes sudah memeriksa peristiwa itu. Hasilnya, kata Sulistyo, "Ada personil yang hampir pingsan. Temannya mengingatkan dengan cara memberi kejutan agar tidak pingsan," katanya. 

Saat itu, lanjut Sulistyo, sangat tidak mungkin memarahi dan berteriak, karena suasananya sedang meyanyikan lagu Indonesia Raya. "Menarik keluar orang itu juga tidak mungkin," katanya.

Di Bali Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Nanan Sukarna mengaku belum mengetahui persis insiden itu. Dia berjanji menyelidikiknya. Tapi dia memastikan bahwa " Cara keras bukan berarti melakukan kekerasa. Tujuannya mendidik."

Ibaratnya, kata Nana, kalau ada anak nakal dan terus dicubit, itu kan bukan kekerasan dalam rumah tangga.

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
beny mandala
02/03/2011
Untuk menyanyikan lagi Indonesia Raya barisan mestinya dlm posisi sikap sempurna,terlihat pasukan sedang dlm posisi istirahat,menurutku kejadian itu wajar karena kemungkinan polwan yg dibarisan didepan itu buang gas dan itu Wakil Kepala Divisi Humas ASBUN
Balas   • Laporkan
Aryo
25/05/2010
mana????
Balas   • Laporkan
Mustafid
21/08/2009
kalau alasannya mau pingsan, sangat tidak masuk akal, karena yang namanya Polisi, mengikuti upacara itu adalah menu wajib.. tapi kalau memang mau pingsan beneran, memalukan sekali aparat kita ini!!!!, serasa kurang gizi.. kalah sama teroris yang memilih s
Balas   • Laporkan
hariza
21/08/2009
Kok bisa sih ngasi komentar miring? Emang bisanya cuma ngeliat dari sisi buruk aja ya? Coba deh diulang videonya, jelas-jelas kalo mereka itu sedang membantu temannya yang hampir pingsan. emang enak berdiri berjam-jam dijemur kaya begitu? Coba mikir dulu
Balas   • Laporkan
Lukman Febrianto
19/08/2009
Mungkin gak sempat sarapan ya? Jadi pas upacara sampai mau pingsan?... Tapi kalo orang mau pingsan terus ditendang dan bukannya diamankan ke pos kesehatan, bagaimana kita bisa memahaminya ya?... Tolong kasih tau kita dong, Bu Polwan... Salam Polisi... to
Balas   • Laporkan
Rama
19/08/2009
Ckckckckck,, sabar mas,,,, kasian anak2nya kalo dipecat. kan dah dijelasin,,, ma wakadiv humas Mabes polri kalo ntu tindakan buat ngingetin temennya nyang mo pingsan,,,, Tapi memang perlu evaluasi buat POLRI, mbok ya sekiranya dipersiapkan lebih matang l
Balas   • Laporkan
sudadi
19/08/2009
menurutku itu tidak dlm menyanyikan lagu Indonesia Raya, terlihat pasukan sedang dlm posisi istirahat. untuk menyanyikan lagi Indonesia Raya barisan mestinya dlm posisi sikap sempurna.
Balas   • Laporkan
udadoan
18/08/2009
kenapa nggak dipentungatau di popor dengan gagag senapan yang ada dibelakngnya aja sekalian biar sadar kalo die itu lagi disorot dan dilihat sama orang banyak, nanggung kalo cuma nendang sama nyekek
Balas   • Laporkan
FIZA
18/08/2009
Biasa aja tuh, mungkin yang menendang lebih tinggi pangkat n jabatan, mungkin emang ngantuk atau buat kesalahan, atau bahkan mungkin krn tau di shooting jadi buat sensasi, shotingnya khan gak sejak awal jd gak lihar pemicunya, ya aturan internal POLISI ka
Balas   • Laporkan
Rania
18/08/2009
Ya ampunn, langsung dipecat ajah itu.. benar" memalukan, kalo gak dipecat tandanya pimpinannya gak tegas.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id