TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
METRO

FPI Demo Ahok Besok, Polda Metro Sudah Antisipasi

Diperkirakan 5.000 massa turun ke jalan
FPI Demo Ahok Besok, Polda Metro Sudah Antisipasi
Ilustrasi massa FPI yang tengah menggelar demonstrasi. (VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi)

VIVA.co.id – Pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya siap mengawal unjuk rasa yang akan dilakukan massa Front Pembela Islam dari kawasan Masjid Istiqlal hingga Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat.

Aksi ini rencananya akan dilakukan besok, 14 Oktober 2016. Diperkirakan massa FPI yang akan terlibat dalam aksi ini berjumlah 5.000 orang.

"Perkiraan ada 5 ribu orang. Namun sudah bisa kita tangani dengan serius dan reduksi. Jangan banyak-banyak, takutnya ada pihak ketiga yang menunggangi," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 12 Oktober 2016.

Dia belum mau menyebutkan berapa personel yang akan dikerahkan untuk mengawal aksi tersebut. Namun, dia memastikan, sesuai instruksi Kapolda Metro Jaya, jumlah kepolisian harus seimbang dengan massa yang melakukan aksi unjuk rasa.

"Sesuai instruksi Kapolda, minimal harus imbang dalam pengamanan dan antisipasi. Sementara begitu, makanya kita lihat. Intel yang bisa mengkalkulasi," katanya.

Para peserta unjuk rasa ini rencananya akan berjalan kaki dari Istiqlal ke Jalan Medan Merdeka Timur atau dekat Stasiun Gambir, kemudian ke depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan. Aksi ini akan berakhir di bundaran Patung Kuda.

"Mereka akan longmarch dan berorasi di sana," katanya.

Dia menambahkan, sebagai antisipasi, beberapa objek vital akan mendapatkan penjagaan kepolisian, seperti tempat ibadah, pelayanan umum, serta Gedung Balai Kota DKI dan Istana Wakil Presiden yang berada di sebelahnya.

"Di sana banyak objek vital. Kita amankan titik-titik seperti Masjid Istiqlal, dua gereja yaitu Gereja Katedral dan GPIB Immanuel. Ada pula Dubes Amerika Serikat, di situ ada Istana Wakil Presiden, dan Balai Kota. Mereka akan orasi-orasi di sana dan finish di Patung Kuda," ucapnya.

Mengenai razia dari petugas untuk menanggulangi massa membawa senjata tajam atau benda berbahaya lainnya, belajar dari unjuk rasa FPI sebelumnya di Balai Kota DKI yang berlangsung ricuh.

Awi menjawab, "Terkait dengan sweeping itu sudah Protap (prosedur tetap) mereka (Kapolres) untuk melaksanakan itu dan mereka harus mengerjakan itu. para Kapolres jajaran untuk memastikan, apalagi bapak Kapolda sudah mengeluarkan maklumat terkait larangan membawa senpi (senjata api), sajam (senjata tajam), dan membawa benda-benda berbahaya."

Sedangkan untuk mengurai arus lalu lintas, kata Awi, pihak Satlantas Polda Metro Jaya akan memberlakukan sistem buka tutup di Jalan Medan Merdeka Timur dan Medan Merdeka Selatan.

"Kita lihat situasional di lapangan untuk buka tutup jalan," jelasnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP