TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
METRO

Rumah Dinas Diteror, Ahok Tidak Khawatir

Pengamanan rumah Ahok tidak berubah.
Rumah Dinas Diteror, Ahok Tidak Khawatir
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Fajar GM - VIVA.co.id)

VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak khawatir meski rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, sempat menjadi sasaran teror oleh orang yang tidak suka dengan pernyataannya, terkait surat Al Maidah.

Ahok, sapaan Basuki, menyerahkan kasus itu ke pihak kepolisian. "Tanya polisi," katanya di Balai Kota, Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2016.

Dia membantah meminta pengamanan tambahan usai teror tersebut. "Enggak ada (tambahan), biasa aja (pengamanan)," ujar Ahok.

Sebelumnya, seorang pria bernama Aburizal Fauzi (27) ditangkap polisi lantaran bermain petasan kembang api dan mengarahkan ke rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama, di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 10 Oktober 2016 malam.

Aksi Fauzi dipergoki petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas menjaga rumah Ahok. Pelaku lantas ditangkap dua orang polisi yang berada tidak jauh dari lokasi.

"Keduanya (anggota polisi) mendengar suara petasan yang ditujukan ke rumah dinas Gubernur DKI Jakarta dan melihat seorang (Fauzi) yang sedang memegang petasan kembang api diarahkan ke kediaman Pak Ahok," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono, Selasa, 11 Oktober 2016.

Fauzi lantas ditangkap dan dibawa ke Polsek Metro Menteng untuk dimintai keterangan. Saat diperiksa, Fauzi mengaku sengaja mengarahkan petasan kembang api ke rumah dinas Ahok.

Dia melakukan itu lantaran kesal dan bermaksud menegur Ahok atas pernyatannya terkait surat Al Maidah ayat 51. Setelah dimintai keterangan, polisi melepas Fauzi karena perbuatannya dinilai belum memenuhi unsur suatu tindak pidana. (ase)

 

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP