TUTUP
TUTUP
METRO

Ungkapan Kekecewaan Keluarga Mirna Terhadap Tuntutan Jaksa

JPU hanya menuntut terdakwa Jessica Kumala Wongso selama 20 tahun.
Ungkapan Kekecewaan Keluarga Mirna Terhadap Tuntutan Jaksa
Konferensi pers keluarga mendiang Wayan Mirna Salihin  (Irwandi Arsyad/VIVA.co.id)

VIVA.co.id – Keluarga mendiang Wayan Mirna Salihin mengaku kecewa dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang hanya menuntut terdakwa Jessica Kumala Wongso selama 20 tahun penjara.

Hal itu, disampaikan oleh Rosmiati Salihin, tante mendiang Mirna. Rosmiati mengatakan, belum bisa menerima kepergian keponakannya yang diduga dibunuh tersebut.

"Pertanyaan yang kami terima bermacam-macam. Bagaimana tanggapan keluarga tentang JPU? Apakah (tuntutan) 20 tahun (atau) 30 tahun bisa diterima? Kami tidak tahu, kami hanya minta keadilan. Kematian Mirna itu pukulan berat bagi kami," katanya saat menggelar konferensi pers di sebuah restoran di Gedung Panin Tower, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Oktober 2016.

Rosmiati mengatakan, bahwa mereka belum bisa menerima kepergian Mirna dengan kondisi tragis dan kejam lantaran diduga dibunuh. Kendati demikian, sebagai orang beragama dan memiliki kepercayanan, dia dan keluarganya menerima hal itu, namun wafatnya Mirna yang tidak wajar, yang menjadi persoalan.

Dia mengatakan, hal itu tidak bisa diterima, karena meninggalnya Mirna sangat tragis dan kejam. Dia juga masih mempertanyakan, apa salah Mirna hingga Jessica melakukan hal itu terhadap keponakannya.

"Kami hanya bisa sesuai agama kami, menerima (meninggalnya Mirna) sebagai kehendak Illahi. Namun demikian bahwa seorang Jessica tidak berhak mengambil kehidupan Mirna. Kenapa dia melakukan hal ini kepada Mirna? Apa salah Mirna ke Jessica, bisa mengambil nyawa Mirna? Jessica telah melakukan hal yang keji dan tidak manusiawi terhadap Mirna. Itu adalah pernyataan dari keluarga," ujarnya menegaskan.

Selain itu, dia menyebut, keluarganya belum pernah berurusan dan tersangkut dengan permasalahan hukum. Namun di sidang untuk mengadili terdakwa Jessica, keluarganya terus mengikuti rentetan proses persidangan sejak awal.

"Kami tidak pernah berkenalan dengan hukum. Ini kasus baru pertama kali buat kami. Biasanya kami hanya bisa nonton. Tapi hari demi hari kami (mengikuti proses persidangan)," ujar Rosmiati.

(mus)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP