TUTUP
TUTUP
METRO

Pengakuan Blak-blakan Mantan Pengikut Satrio Aji

Pasang susuk biar berwibawa malah dipecat kerja.
Pengakuan Blak-blakan Mantan Pengikut Satrio Aji
Mayat yang ditemukan berdekatan dengan dua mayat lainnya di Depok. (VIVA.co.id/Zahrul Darmawan)

VIVA.co.id – Aksi tipu-tipu yang dilakukan Anton Hardiyanto alias Aji, pemimpin Padepokan Satrio Aji, terus terbongkar. Kali ini, mantan muridnya blak-blakan mengungkap sepak terjang pria 34 tahun itu.

Adalah Sefie Rosa Winudin, sang murid tersebut. Pria bertubuh tambun itu menjadi salah satu saksi kunci atas kasus pembunuhan yang dilakukan Aji terhadap dua pengikut lainnya. 

“Iya saya sempat gabung sama dia (Aji). Saat itu saya minta dipasangkan susuk dan pengasihan dengan mahar Rp350 ribu. Waktu itu saya berharap susuk yang saya pakai bisa pengasihan biar bisa awet kerja dan berwibawa,” katanya pada awak media di Mapolresta Depok, Kamis, 6 Oktober 2016.

Namun ternyata, bukannya awet di tempat kerja apalagi naik pangkat, Sefie justru dipecat setelah memasang susuk dari Aji. “Enggak tahunya saya malah dipecat setelah pasang begituan. Saya dibohongi,” ujarnya.
          
Saat itu, lanjut Sefie, Aji begitu meyakinkan dirinya ketika melakukan ritual pasang susuk. “Pas ritual tangannya berasap, terus dahi saya dipasang kaki dan sayap serangga. Eh ternyata itu cuma akal-akalan doang ya, apes dah,” kata Sefie.

Sefie mengaku bergabung dengan padepokan yang dipimpin Aji sejak bulan Juli 2016. Ia mengetahui padepokan itu dari situs jejaring sosial Facebook. 

Terkait kasus yang membelit Aji, Sefie berharap, tersangka mendapat hukuman yang setimpal. “Apalagi dia kan sampai bunuh orang, ya nyawa bayar nyawa saja,” katanya.
          
Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Depok Ajun Komisaris Polisi  (AKP) Firdaus mengatakan, Sefie adalah satu dari delapan saksi yang ikut diperiksa atas kasus ini. “Iya dia ini adalah salah satu member (anggota) Padepokan Satrio Aji. Dari keterangan dia ini lah kami mendapat fakta-fakta baru," ujarnya.

Berdasarkan keterangan Sefie diketahui kedua korban memang dibawa oleh Aji untuk melakukan penarikan emas.

“Yang bersangkutan mengetahui dan sempat berkomunikasi dengan korban pada Kamis sore, sebelum terjadinya pembunuhan. Kalau soal emas dia hanya diceritakan oleh korban yang katanya akan menarik emas dengan ritual tiga hari yakni Jumat, Sabtu dan Mingu. Senin katanya dapat emas tapi ternyata korban meninggal,” ujarnya.
 
“Apakah jumlah korban akan terus bertambah kita lihat nanti, yang jelas proses penyelidikan masih kita lakukan," dia menambahkan.

Sebelumnya, dua jasad pria ditemukan dalam lokasi berdekatan di kawasan Limo, Depok, Sabtu, 1 Oktober 2016. Korban yaitu Ahmad Sanusi (20) dan Shendy Eko Budianto (29) diduga dibunuh Aji dengan memasukkan potasium sianida (racun ikan) dalam kopi keduanya.  (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP