TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
METRO

Ini yang Membuat Pemimpin Padepokan Satrio Aji Ditakuti

Tersangka mempelajari trik dari YouTube.
Ini yang Membuat Pemimpin Padepokan Satrio Aji Ditakuti
Lokasi penemuan mayat pria tanpa identitas di Kelurahan Grogol, Limo, Depok. (Zahrul Darmawan)

VIVA.co.id – Anton Hardiyanto alias Aji (34), pemimpin Padepokan Satrio Aji, tersangka kasus pembunuhan dua pemuda di Depok, Jawa Barat, cukup ditakuti oleh sejumlah pengikutnya. Itu lantaran Aji dipercaya memiliki kesaktian ilmu kanuragan yang cukup tinggi.

“Berdasarkan pengakuan salah seorang saksi, dengan memegang sebuah benda yang dipercaya sebagai jimat, Aji memperlihatkan jika dirinya tidak mempan dibacok. Bukan itu saja, dia juga mengaku bisa menarik harta yang berada di dunia lain (gaib),” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Depok Komisaris Teguh Nugroho, Selasa, 4 Oktober 2016.

Namun, lanjut Teguh, dari hasil penyelidikan terungkap jika aksi yang dilakukan tersangka di hadapan para pengikutnya itu hanya sebuah trik sulap. Trik itu didukung sejumlah peralatan sulap yang ia beli di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. “Itu semua tipuan, namun agar lebih jelas kalau perlu nanti kami panggil ahli metafisika,” kata Teguh.     

Teguh lantas meminta Aji untuk memperlihatkan aksinya di hadapan media. Salah satunya atraksi dengan minyak tertentu yang setelah diusap-usap mengeluarkan asap. Trik ini biasa digunakan tersangka ketika seolah-olah mengeluarkan tenaga dalam. Trik itu juga yang kerap digunakan tersangka saat menarik emas batangan gaib, yang ternyata hanya emas batangan palsu.
          
“Itu semua saya pelajari dari jalanan dan melihat tayangan di YouTube. Saya enggak punya ilmu (kesaktian) pak. Itu alatnya banyak kok dijual di Jatinegara,” kata Aji kepada awak media.

Diketahui, tersangka nekat menghabisi dua nyawa pengikutnya dengan motif ingin menguasai mobil dan uang para korban. Modusnya, tersangka merayu korban dengan iming-iming emas batangan secara gaib sebanyak satu kilo gram. Namun untuk mendapatkan itu, korban diminta menyerahkan mahar berupa mobil dan sejumlah uang.

Tergiur dengan ucapan tersangka, kedua korban yang hanya sopir taksi online itu pun setuju. Mereka lantas diajak ke sebuah tempat di kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok untuk melakukan ritual, Jumat malam, 30 September 2016. 

Saat itu, tersangka menyuguhkan kopi yang telah dicampurkan potasium sianida (racun ikan) hingga akhirnya korban, Ahmad Sanusi (20) dan Shendy Eko Budianto (29) meninggal. Jasad mereka ditemukan di lokasi yang berdekatan di kawasan Limo, Depok, Sabtu pagi, 1 Oktober 2016.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan dua orang tersangka yakni Anton Hardiyanto alias Aji dan Riyadi.  (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP