TUTUP
TUTUP
METRO

BPTJ Benahi 47 Juta Perjalanan Warga se-Jabodetabek

Mengubah jumlah kendaraan dari 25 juta unit menjadi 500 ribu unit.
BPTJ Benahi 47 Juta Perjalanan Warga se-Jabodetabek
Lalu lintas Jakarta. (U-Report)

VIVA.co.id – Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Elly Sinaga mengungkapkan, pihaknya akan segera merampungkan Rancangan Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) untuk membenahi transportasi serta sarana dan prasarana yang ada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Menurut Elly, berdasarkan data survei BPTJ terakhir (pada 2015), ada 47,5 juta perjalanan per hari di wilayah Jabodetabek. Di mana di wilayah DKI Jakarta, ada 40 persen warga melakukan perjalanan, sisanya adalah perjalanan yang dilakukan warga di luar DKI Jakarta.

"Jakarta itu menjadi gula se-Jabodetabek. Ini trip yang harus kita wadahi, supaya pengguna jalan tidak stres lagi. Kalau bisa travel timenya juga tidak panjang-panjang. Maka itu, BPTJ harus bekerja berdasarkan RITJ yang diatur dalam uji rancangan peraturan presiden," kata Elly Sinaga saat sambutannya di Hotel Santika Premier, Jakarta, Kamis, 29 September 2016.

Elly mengatakan,  RITJ ini berpatokan pada kinerja utama yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 172 tahun 2015, di antaranya penggunaan angkutan umum 60 persen dari total pergerakan orang, kecepatan rata-rata minimum 30 kilometer per jam pada jam puncak, dan akses jalan kaki ke angkutan umum maksimum tiga ribu meter.

Elly menuturkan, saat ini jumlah kendaraan di DKI mencapai 25 juta unit, jumlah sebanyak itu didominasi jenis kendaraan sepeda motor. Sementara untuk angkutan umum hanya ada 25 ribu kendaraan.

"Nah dari data itu, bagaimana caranya mengubah jumlah kendaraan dari 25 juta unit menjadi 500 ribu unit saja. Maka itu, kami juga akan gencarkan bagaimana masyarakat mau lebih banyak lagi menggunakan angkutan umum," kata Elli.

Di samping itu, Elli memperkirakan pada akhir 2018 mendatang, pembangunan-pembangunan seperti Light Rail Transit (LRT) akan rampung. Namun, tak luput dari pekerjaan rumah ke depannya setelah beroperasi.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP