TUTUP
TUTUP
METRO

Wanita Ini Rela Tersengat Matahari Demi Perjuangkan Aspirasi

"Kami enggak mau menitipkan nasib kami di orang."
Wanita Ini Rela Tersengat Matahari Demi Perjuangkan Aspirasi
Buruh wanita berunjuk rasa di depan Mahkamah Konstitusi (VIVA.co.id/ Anwar Sadat)

VIVA.co.id – Sengatan matahari tak menyurutkan langkah para buruh untuk memperjuangkan aspirasinya. Mereka tetap semangat berdemonstrasi mengusung sejumlah tuntutan. Di antara massa yang didominasi pria itu, terdapat sejumlah buruh wanita yang turut berunjuk rasa di sejumlah lokasi di Jakarta, Kamis, 29 September 2016.  

Adalah Putri, salah satu buruh wanita yang ikut unjuk rasa. Wanita berusia 22 tahun ini tak canggung membawa spanduk bertuliskan “Cabut PP 78 Tentang Pengupahan”.

"Saya berangkat dari Bekasi, tadi jalan jam delapan pagi sampai di sini jam sebelas," kata Putri saat ditemui VIVA.co.id di depan gedung Mahkamah Kontitusi, hari ini.

Wanita berhijab ini ikut menyuarakan aspirasinya demi kesejahteraan kehidupan para buruh. Ia mengaku sudah beberapa kali melakukan aksi unjuk rasa seperti ini. "Ini sudah biasa, enggak takut (kulit jadi hitam). Demi memperjuangkan aspirasi kami," ujar Putri.

Buruh wanita lainnya, Nani (40), mengatakan tak pernah malas ikut menyuarakan aksinya. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan nasib yang lebih sejahtera ke depannya. "Iya mau enggak mau kami harus turun karena kami enggak mau menitipkan nasib kami di orang," kata Nani di lokasi yang sama

Hal senada diungkapkan buruh wanita lainnya, Siti Saano (43). Dia mengaku mengikuti aksi unjuk rasa untuk memperjuangkan gajinya di tahun depan. "Ya namanya perjuangan, kami enggak kenal waktu, enggak kenal panas. Ini kan untuk kita juga. Untuk kesejahteraan kita," ujarnya.

Meski tetap semangat mengikuti aksi unjuk rasa namun Saano tak bisa memungkiri dihinggapi rasa khawatir akan terjadi kericuhan. Namun ia menganggap semua itu sebagai risiko yang harus ditanggung. "Khawatir sih ada, tapi di setiap perjuangan pasti ada risikonya. Jadi bismillah saja," ujar ibu tiga anak tersebut.

(mus)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP