TUTUP
TUTUP
METRO

Kisah Haru Korban Tewas Jembatan Roboh Pasar Minggu

"Kami sempat merayakan ulang tahun Aisyah."
Kisah Haru Korban Tewas Jembatan Roboh Pasar Minggu
Pemakaman jenazah korban jembatan roboh di Pasar Minggu (VIVA.co.id/ Zahrul Darmawan)

VIVA.co.id – Darso, suami Sri Hartati (52 tahun), korban jembatan roboh di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengungkapkan kisah bagaimana dia dan istri serta dua cucunya itu berpisah. Perpisahan ini berbuntut pada tewasnya Hartati dan Aisyah Zahrah (8 tahun), serta membuat Abbiyu Alfaiq terbaring di Rumah Sakit Fatmawati.

Saat ditemui di rumah duka di kawasan Gang Nyamuk, Cagar Alam, Pancoran Mas, Depok, Darso, mengatakan kejadian nahas ini bermula ketika mereka selesai menjenguk Oktavia Hariani (29), ibu dari Aisyah dan Abbiyu.

Oktavia sedang berada di asrama tenaga kerja Indonesia, dan menanti jadwal keberangkatannya.

“Ibunya kan ada di asrama TKI pasar Minggu. Di sana kami sempat merayakan ulang tahun Aisyah, cucu saya. Karena sudah terlalu sore, akhirnya kami pulang ke Depok minta dianterin naik motor anak saya. Nah, karena enggak cukup, ya sudah istri dan dua cucu saya duluan,” jelasnya, Minggu, 25 September 2016.

Namun, karena hujan turun cukup deras, mereka didrop di bawah jembatan penyeberangan orang. “Terus anak saya yang bawa motor balik lagi, jemput saya di asrama. Tapi karena jas hujan cuma satu, ya kami tunggu hujan reda di asrama,” ungkapnya.

Tak lama kemudian, Darso meminta diantarkan ke jembatan penyeberangan itu. Dia mulai resah, setelah melihat keramaian di jalanan. 

“Pas saya lihat ternyata ada jembatan ambruk. Saya enggak ngeh kalau istri dan dua cucu saya ada di sana. Saya sempat cari di stasiun Pasar Minggu, tapi enggak ketemu. Saya telepon juga enggak diangkat-angkat. Enggak lama setelah itu, saya dapat telepon kalau istri saya ada di rumah sakit. Saya kaget mendengarnya,” tutur Darso.

Tanpa banyak pertimbangan, Darso bergegas menuju Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu. Nahas, Sri dan Aisyah tak tertolong. Keduanya mengembuskan napas terakhir akibat mengalami pendarahan di bagian kepala. 

Sementara Abbiyu, cucu Darso berusia 5 tahun, saat ini kondisinya telah berangsur normal setelah melewati masa kritis di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta. “Saya hanya bisa pasrah, semoga istri dan cucu saya diterima di sisi Allah SWT. Saya mohon doanya ya,” kata pria paruh baya itu berkaca-kaca.
 
Dari pantauan VIVA.co.id, jasad Sri dan Aisyah telah dikebumikan di TPU Srengseng Sawah, Jakarta. Biaya pemakaman dan rumah sakit seluruhnya ditanggung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tak hanya itu, bantuan pun kini mulai mengalir dari Pemerintah Kota Depok yang diserahkan secara langsung Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP