METRO

Bom Marriott dan Ritz Carlton

DKI Temukan 88 Ribu KTP Palsu

DKI akan mengintensifkan razia KTP untuk mendeteksi keberadaan warga pendatang.

ddd
Kamis, 23 Juli 2009, 17:01
Operasi Yustisi di Jakarta
Operasi Yustisi di Jakarta (Antara/Widodo S)

VIVAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menemukan 88 ribu kartu tanda penduduk palsu. Temuan itu setelah jaringan pembuat KTP palsu terbongkar pada 2008. Disinyalir masih banyak ribuan KTP palsu beredar di masyarakat.

Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta, Muchayar, mengatakan, KTP palsu dibuat tanpa data akurat. KTP itu banyak dimanfaatkan pendatang baru, salah satunya untuk mempermudah mencari pekerjaan di Jakarta.

Namun, bukan mustahil KTP palsu dimanfaatkan untuk tindak kejahatan. "Seringkali pelaku kejahatan menggunakan KTP palsi. Pas dicek alamat KTP-nya ternyata yang bersangkutan tidak tinggal di wilayah itu," kata Muchayar, Kamis 23 Juli. 

Ia juga menyesalkan maraknya praktik jual beli KTP di lingkungan pejabat kelurahan. Informasi terakhir yang diterimanya, seorang warga pendatang dengan mudah mendapatkan KTP setelah membayar Rp 500 ribu kepada calo. "Ini kan berarti masih ada praktek jual beli KTP," ujarnya.

Sejak 2008, Pemprov DKI telah menindak 30 oknum pegawai kelurahan yang tertangkap basah memperjualbelikan KTP. Puluhan orang itu telah mendapatkan sanksi adminitratif hingga penurunan pangkat.

Pascaledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Pemprov DKI mengintensifkan kembali razia KTP untuk mendeteksi keberadaan warga pendatang. Razia difokuskan di daerah pemukiman padat yang banyak tumbuh rumah kos, kontrakan dan apartemen.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com