Keluarga Tak Terima Rico Tewas Ditembak Polisi

Sumber :
  • FOTO: VIVA.co.id/Fajar GM

VIVA.co.id - Polisi menembak mati Rico Patrikasih (30), orang yang diduga menjadi pelaku kekerasan terhadap aparat kepolisian.

Budi Waseso Siap Gempur Perkampungan Narkoba

Kematian Rico disesalkan keluarganya. Hal itu disampaikan Neewtye (75), salah seorang kerabat Rico yang tinggal serumah dengannya. Meski ia mengakui, Rico telah berbuat tindak kriminal dengan turut menyerang aparat kepolisian pada penggerebekan di Kampung Berlan pada Senin, 18 Januari 2016, namun dia tak terima Rico tewas ditembak polisi.

"Meninggalnya seseorang itu, apapun yang telah dilakukan orang itu, seharusnya dengan cara yang normal, yang wajar. Kalau Rico meninggal karena ditembak polisi, saya tidak rela," ujar Neewtye di rumah duka, Jalan Nakula Nomor 2, Johar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu, 23 Januari 2016.

Jasad Ricko Diterbangkan ke Ambon

Neewtye mengaku kehilangan. Walau diduga terlibat komplotan narkoba, Rico tetaplah keluarga mereka. Neewtye mengatakan, tindakan yang lebih tepat diambil pihak kepolisian seharusnya melakukan penangkapan tanpa perlu menewaskan. "Seharusnya Rico diamankan saja. Pakai cara yang baik," ujarnya menambahkan.

Rico tewas ditembak setelah pada penggerebekan kemarin, menolak menyerahkan diri, serta melawan petugas. Rico sebelumnya melakukan perlawanan kepada pihak Kepolisian dalam penggerebekan di Kampung Berlan. Perlawanan yang dilakukan telah menyebabkan seorang anggota Polsek Senen, Bripka Taufik Hidayat, meninggal dunia, Iptu Hariadi Prabowo luka-luka, dan seorang informan polisi tewas.

Pengeroyok Polisi Hingga Tewas di Berlan Diminta Menyerah

(mus)

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hendro Pandowo

Pusaran Narkoba di Jakarta Ada di Johar Baru

Polisi sudah sering menangkap bandar di kawasan itu.

img_title
VIVA.co.id
28 Januari 2016