METRO

Kalau Ban Motor Bocor, Bagaimana?

Motor dianggap paling banyak mengalami kendala di jalanan.
Selasa, 23 Juni 2009
Oleh : Eko Priliawito, Zaky Al-Yamani

VIVAnews - Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat antusias dengan kemungkinan adanya aturan tentang diperbolehkannya kendaraan roda dua melintas di jalur bebas hambatan atau jalan tol.

"Setuju setuju saja " ujar Haris, Selasa 23 Juni 2009, pengendara motor bebek, yang telah 10 tahun naik motor untuk kerja.

Namun, pegawai swasta di bilangan Mampang Prapatan Jakarta Selatan ini berharap sarana penunjang dipersiapkan khususnya jalur pembatas untuk motor.

"Kalau itu  (pembatas jalan) tidak ada, malah membahayakan pengendara motor" ujarnya.

Menurut Haris, ketika berada di jalur bebas hambatan, biasanya mobil selalu memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Randi pengendara motor lain yang ditemui, juga berharap ada fasilitas khusus di sepajang jalan tol.

"Kalau ban motor gampang kempes, jadi itu harus dipikirin oleh pengelola" ujarnya. Walaupun demikian dia setuju jika aturan tersebut diberlakukan.

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2009 tentang Jalan Tol yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 8 Juni lalu, sepeda motor diperbolehkan melintas di jalan tol.

Juru Bicara Departemen Perhubungan, Bambang S Erfan, kepada VIVAnews, mengatakan, PP tersebut merupakan hasil revisi PP 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

Revisi dilakukan untuk memberi payung hukum adanya jalan khusus sepeda  motor di Jalan Tol Suramadu. "Karena PP sebelum tidak mengatur adanya motor boleh masuk tol, jadi harus direvisi," ujarnya.

Namun, terbitnya aturan itu tidak secara otomatis melegalkan sepeda motor melintas di jalan tol. Ada syarat teknis yang harus dipenuhi. Jalan tol boleh dilintasi sepeda motor asal memiliki jalur khusus untuk sepeda motor.

"Harus ada separatornya karena karakter mobil dan motor kan berbeda, tak boleh disatukan," ujarnya.

eko.priliawito@vivanews.com

TERKAIT
    TERPOPULER
    File Not Found