TUTUP
TUTUP
METRO

Ahok Akui Penyerapan Anggaran Tahun Ini Buruk

Menurutnya, salah satu penyebabnya karena ULP baru mulai tahun ini
Ahok Akui Penyerapan Anggaran Tahun Ini Buruk
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
VIVAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui buruknya serapan anggaran tahun 2014 di Pemprov DKI. Berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, hingga pertengahan bulan Oktober 2014 ini, Pemprov baru bisa mempergunakan 28,61 persen dari total APBD DKI tahun 2014 sebesar Rp72,9 triliun.

"Payah. Penyerapan anggaran kita tahun ini, saya pikir paling mentok hanya bisa sampai 65 persen saja," aku Ahok, sapaan akrab Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 13 Oktober 2014.

Namun, Ahok menegaskan, serapan anggaran yang kecil itu lebih baik daripada uang anggaran diselewengkan oleh SKPD atau UKPD. Ia pun menilai, potensi besarnya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) yang diakibatkan oleh kecilnya angka penyerapan itu tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pembangunan di Jakarta.

"Daripada anggaran boros enggak karuan, lebih baik enggak usah dipakai. Yang penting sih sistem perizinan kita bagus dan ekonomi kita terus bergerak," bela Ahok.

Dia menjelaskan, salah satu penyebab rendahnya serapan itu karena semua pekerjaan pengadaan barang dan jasa terpusat di Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang baru mulai dilakukan pada tahun ini.

"Memang ULP masih bertransisi. Tahun depan, baru mulai kita kebut," terangnya.
KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP