METRO

Buaya Putih, Kisah Mistik Situ Gintung

Kisah tragis Situ Gintung terajut cerita mistik yang melegenda.

ddd
Rabu, 15 April 2009, 10:33
Salah satu sudut Situ Gintung tahun 1920
Salah satu sudut Situ Gintung tahun 1920 (KITLV)

VIVAnews – Tsunami kecil di pinggiran Ibu Kota itu melambungkan nama Situ Gintung. Kisah tragisnya menyedot ribuan orang untuk menyaksikan sisa keindahan.

Menempati lahan di Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan, bendungan itu sudah ada sejak pemerintah kolonial. Baru sekitar tahun 1933, Belanda membangunnya sebagai tadah hujan untuk pengairan sawah.

Kala itu, luas situ mencapai 33 hektare dengan kapasitas tampungan air 2,1 juta meter kubik. Namun 76 tahun bertahan, luasnya susut menjadi 21 hektare. 

Di sekeliling situ, sawah menghampar indah. Pepohonan rindang  pun meneduhkan penghuninya. Sementara satu pulau mungil terpaku di tengah danau.

Sekitar tahun 1980, keindahan Situ Gintung mulai dilirik para pebisnis. Waduk tandon hujan itu digarap menjadi objek wisata alam. Berbagai fasilitas dibangun mulai dari restoran hingga sarana olahraga. "Banyak yang mancing di sini," kata Sa'amin Abdullah, 67, yang sudah 45 tahun bermukim di dekat  situ.

Berbagai kegiatan massal pun acapkali digelar di Situ Gintung seperti lomba perkutut, dan lomba memancing. “Banyak juga masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup dari sana,” ujarnya.

Di balik daya tarik wisatanya, Situ Gintung ternyata menyimpan sejumlah misteri. Legenda buaya putih salah satunya. Konon, buaya itu adalah jelmaan nenek tua penjaga situ. Sesekali buaya itu muncul di tengah danau dan memangsa penduduk sekitar sebagai tumbal.

Misteri lain adalah kisah pulau mistis di tengah danau yang terkadang muncul, kadang hilang. Pulau itu, konon menjadi tempat tinggal sang penjaga situ. Jika melihat pulau itu, pengunjung bisa terhipnotis untuk menyeberangi danau dan tenggelam. “Pulau itu katanya sering mencari tumbal.”

Sejumlah kisah mistis itulah yang kemudian membuat banyak orang takut beraktivitas di tengah situ. Mereka khawatir akan celaka dan menjadi tumbal penjaga situ.

Pun tragedi jebolnya Situ Gintung. Sebagian warga yang percaya kisah mistis yakin 100 korban tewas dalam musibah malam buta itu menjadi tumbal penjaga situ.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
nawra
06/09/2010
ih sereeeem deh ... tapi kita jangan langsung mengangap kejadian itu karena ulah panjaga situ .. nanti jadi takabur lagi..
Balas   • Laporkan
ryan
15/06/2010
ih seram juga tapi lebih seram kalau pulau itu muncul di malam hari dan penjaga situ/nenek tua/buaya putih itu muncul ,,,,,,ih seram deh
Balas   • Laporkan
ryan
15/06/2010
ih seram juga tapi lebih seram kalau pulau itu muncul di malam hari dan penjaga situ/nenek tua/buaya putih itu muncul ,,,,,,ih seram deh
Balas   • Laporkan
Kanen Sumantri
21/03/2010
Cerita sangat bagus utk tambah wawasan dan lebih dekat pada sang pencipta. Alam gaib wajib kita percaya, tapi kita mesti bijak mensikapinya..ok bro.....
Balas   • Laporkan
anto
29/01/2010
sereeeem juga ya, padahal gw dulu sering maen tuh, malah ampe bikin outbond segala disana.
Balas   • Laporkan
surya
23/12/2009
emg bnr ya da buaya nya
Balas   • Laporkan
taqi
03/12/2009
itu Semua Hanyalah Allah yg tau , apa yang terjadi semua disana, bisa jadi karena kesalahan umat manusia yg tidak bisa menjaga lingkungannya...
Balas   • Laporkan
kasih
03/09/2009
ih seremmmmmmmmmmm
Balas   • Laporkan
junieber
01/07/2009
Hiih,,ngeri jg y dsna...
Balas   • Laporkan
cindy
23/06/2009
waduuhh... serem jg ya ke situ... nanti mw ke situ bwt wisata malah jd tumbal lg...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id