METRO

Baru Kerja Dua Hari, dr Friska Tewas Akibat Hirup Gas di Klinik

Dr. Friska merupakan lulus Fakultas Kedokteran UKI tahun 2010.

ddd
Selasa, 11 Februari 2014, 16:23
 Keluarga mendampingi jenazah dr. Friska Novaida Gultom, korban gas beracun dari genset di Klinik Sapta Mitra, Bekasi, Selasa 11 Februari 2014.
Keluarga mendampingi jenazah dr. Friska Novaida Gultom, korban gas beracun dari genset di Klinik Sapta Mitra, Bekasi, Selasa 11 Februari 2014. (VIVAnews/Erik Hamzah)
VIVAnews - Dr. Friska Novaida Gultom (26) satu dari lima korban tewas akibat keracunan asap genset di Klinik Sapta Mitra, Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa siang, 11 Februari 2014, sudah dibawa ke rumah duka di Perumahan Jatimulya, Jalan Cempedak V, Kelurahan Jatimulya, Tambun Selatan.

Menurut sang ayah, Pangihutan Gultom (55), anaknya baru akan dimakamakan pada Kamis siang. "Kami akan memakamkan di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Kami sengaja kubur Kamis, karena saudara-saudaranya dari kampung mau datang," katanya saat ditemui di rumah sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur.

Sebelum dibawa ke rumah duka, jenazah dr. Friska diawetkan dengan suntikan formalin di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur.

Pangihutan menuturkan, dr. Friska merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. "Dia baru bekerja freelance di Klinik itu sejak Senin kemarin. Saat ini dia tengah mencari pekerjaan tetap sebagai dokter di rumah sakit setelah selesai mengabdi di Samboja Kalimantan Timur," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

"Dia diminta bantu-bantu jaga sama temannya yang bekerja di klinik."

Keluarga sudah pasrah atas kejadian ini. Sang ayah, juga menolak anaknya di autoppsi. "Tak usah autopsi, langsung kami bawa pulang. Kami juga sudah menandatangani surat pernyataan dan telah menerima kematiannya," kata Pangihutan.

Pangihutan mengaku, komunikasi terakhir dengan anaknya terjadi pada Senin pagi. Ketika itu dia akan berangkat kerja. "Enggak ada firasat apa pun, makanya saya sedih sekali atas kejadian ini," katanya.

Keluarga mengetahui kecelakaan ini setelah di telepon karyawan klinik pada pukul 09.30. Awalnya Pangihutan curiga penelepon itu penipu. "Tapi kami percaya sebab telepon ke nomor saya, itu nomor Friska," katanya.

"Kata karyawan itu anak saya dirawat di rumah sakit Mitra Timur. Tapi pas saya ke sana, anak saya katanya sudah meninggal sejak pukul 08.00," katanya.

Selain sang anak, empat karyawan lain meninggal dalam peristiwa itu. Empat orang lainnya masih kritis di ICU RS Mitra Keluarga Bekasi Timur. "Informasinya peristiwa ini terjadi karena gas beracun genset," katanya.

Dr. Friska merupakan lulus Fakultas Kedokteran UKI tahun 2010. Sehari-hari dia dikenal ceria dan tidak neko-neko. Dia sangat dekat dengan ibunya, Meinar Hutabarat (56). "Dia belum menikah, makanya masih tinggal sama orang tuanya," ujar sang ayah.

Meski sudah menerima peristiwa ini sebagai musibah, namun keluarga tetap berharap kasus ini diusut hingga tuntas. Jangan ada korban lain, apalagi beberapa pekan ini Bekasi kerap mati lampu. "Kami yakin ini karena kelalaian klinik, harusnya genset itu di luar ruangan. Ini kok di dalam ruangan," katanya. (adi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id