Rawan Sobek Kena Atap Seng, Brimob Evakuasi Warga Pakai Perahu Rakitan

Petugas terus menambah perahu karet untuk mengevakuasi korban banjir
Sumber :
  • VIVAnews/ Eka Permadi
Bandara Supadio Pontianak Turun Kelas Jadi Bandara Domestik
VIVAnews
- Padatnya perkampungan dan sempitnya akses menyulitkan tim evakuasi memberi pertolongan terhadap korban banjir. Apalagi sebagian besar atap rumah warga menggunakan seng. Alhasil perahu karet yang digunakan petugas rawan tenggelam karena sobek.
Kelanjutan Nasib Hyoyon SNSD, Bomi Apink hingga Im Nayoung Pasca Paspornya Ditahan Imigrasi Bali


Risma Populer di Jatim tetapi Elektabilitas Khofifah Tinggi, Menurut Pakar Komunikasi Politik
"Kami dari SAR Brimob lebih fokus menggunakan perahu rakitan, daripada pakai perahu karet," kata Komandan Detasemen A, Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Deonijiu de Fatima, di kawasan Kramatjati, Jakarta Timur, Senin 13 Januari 2014.

Deonijiu yakin bahwa perahu rakitan yang didesain khusus dengan jerigen plastik ukuran 25 kilo akan jauh lebih efektif. Jerigen yang disusun diikatkan pada blok plastik ukuran 5x2 meter ini mempunyai kekuatan dan akselerasi lebih.


"Medan evakuasi sempit. Banyak seng, kawat dan benda tajam. Kalau perahu karet biasa itu banyak yang nyangkut dan sobek. Ini bahaya bisa tenggelam. Yang rakitan kuat dan lincah," ujarnya.


Perahu karet standar SAR hanya digunakan di atas sungai air deras atau permukiman di mana atapnya menggunakan genting. Sedangkan untuk jalur sempit dan atap rumah yang menggunakan seng, Tim SAR fokus pakai perahu rakitan.


Meski bentuknya agak aneh, kata dia, perahu rakitan ini mempunyai daya tampung sama banyaknya dengan perahun karet. "Perahu rakitan sama seperti perahu karet standar. Bisa evakuasi warga hingga 16 orang sekali jalan."

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya