METRO

Pengalaman Aneh Dinda di Gerbong Pertama KA 1131

Semula, Dinda ingin masuk ke ruang masinis.

ddd
Selasa, 10 Desember 2013, 12:10
Kereta api menabrak truk tanki bensin di Bintaro, Senin 9 Desember 2013
Kereta api menabrak truk tanki bensin di Bintaro, Senin 9 Desember 2013 (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

VIVAnews - Dinda Irmawati tak menduga perjalanannya ke Tanah Abang akan berakhir bencana. Kereta yang ditumpanginya menabrak truk tangki BBM dan menewaskan enam orang. Korban tewas ini kebanyakan ada di gerbong pertama kereta bernomor KA 1131.

Dinda yang naik dari Stasiun Pondok Ranji kebetulan juga ada di gerbong pertama. Sesaat sebelum kecelakaan kereta api, Senin 9 desember 2013, pukul 11.15 WIB, Dinda sebetulnya sudah berniat masuk ke ruang masinis KA 1131 karena tak kebagian bangku di gerbong perempuan.

Sejak dari Stasiun Pondok Ranji ia mengambil posisi berdiri persis di belakang ruang masinis. Entah kenapa saat itu Dinda merasa terdorong dan ingin masuk ke ruang masinis.

Namun saat menghadap ruang masinis, Dinda terkejut melihat sesosok kakek membuka pintu yang memisahkan ruang masinis dan penumpang. Kakek itu  tersenyum lebar. Dinda sempat terpana menatap senyum janggal kakek itu dan seketika itu pula ia langsung membatalkan niatnya masuk ke ruang masinis.

Namun tiba-tiba saja terdengar suara ledakan. Tanpa sepengetahuan penumpang, KA 113 menabrak truk tangki bensin milik Pertamina di pintu perlintasan Pesanggrahan. "Saya masih sempat melihat orang tua itu tertawa," kata Dinda menceritakan kisah antara hidup dan matinya itu sambil menangis.

Semua penumpang wanita di gerbong itu terjerembab ke lantai, kemudian meneriakkan takbir. "Allahu Akbar, Allahu Akbar. Saya juga seperti itu karena ternyata rambut saya kebakar," ucap Dinda.

Sesaat sebelum dievakuasi keluar gerbong kereta, Dinda sempat mencari kakek  yang tertawa itu. Tapi, si kakek sudah hilang. "Saya orang ketiga yang ke luar gerbong," ujar perempuan 21 tahun itu.

Akibat kecelakaan itu, Dinda mengalami luka ringan di bagian punggung dan kaki. Dia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Sutoyo, Jakarta Selatan. Karena lukanya bisa dirawat jalan, dia diperbolehkan pulang Senin sore.

Senin malam, Dinda kembali ke lokasi kejadian untuk mencari tasnya. "Tapi, tas saya tak ketemu," kata dia yang masih saja menangis.

Masinis dan dua teknisi ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Jasad ketiganya baru bisa dievakuasi dari ruang masinis setelah api padam. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
supangkat.jager
10/12/2013
KONYOL, tabrakan ini sopir truk BBM Pertamina yg jelas2 penyebab kecelakaan malah gak ditahan polisi, yg diperiksa hanya petugas palang pintu, Sedangkan TVONE memblow Up beritanya menggiring opini publik seolah olah yg salah pemerintah. Preman2 politik pi
Balas   • Laporkan
hendragsf
10/12/2013
emang bisa numpang duduk di kabin masinis ??????????????
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id