TUTUP
TUTUP
METRO

Digusur, Warga Waduk Ria Rio Menyesal Tak Pindah ke Rusun

"Kalau tahu begini jadinya, dari awal kami ikut pindah ke rusun saja."
Digusur, Warga Waduk Ria Rio Menyesal Tak Pindah ke Rusun
Rencana normalisasi Waduk Ria Rio (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya mengeksekusi lahan di sekitar Waduk Ria Rio, Pedongkelan, Kayu Putih, Jakarta Timur. Penggusuran dilakukan pada Sabtu dini hari, 30 November 2013.

Setelah rumahnya diratakan dengan tanah, kini warga yang bermukim di bantaran waduk itu terpaksa hidup di tenda-tenda karena belum mendapatkan tempat tinggal baru.

Hana (45), warga RW 15 Pedongkelan, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, menyatakan menyesal bertahan di atas lahan seluas 2,1 hektare yang diklaim milik keluarga mendiang Wakil Presiden RI, Adam Malik. Kata dia, sebelumnya banyak yang memprovokasi bahwa tempat yang dia tempati tidak kena dampak normalisasi Waduk Ria Rio.

"Saat ini banyak warga terpaksa tinggal berdesakan di tenda-tenda yang didirikan," kata Hana, Senin 2 Desember 2013.

Menurut Hana, pihak tertentu yang sebelumnya menjamin dan memprovokasi warga untuk memberikan uang agar tetap bertahan, kini tidak pernah tampak lagi.

Hana mengaku dijanjikan mendapat uang sebesar Rp800.000 agar tetap bertahan di lahan milik Adam Malik itu. Dia dan keluarga juga sempat diancam akan dimusuhi warga lainnya jika turut pindah ke Rumah Susun Pinus Elok, Jakarta Timur.  "Kalau tahu begini jadinya, dari awal kami ikut pindah ke rusun saja," ujarnya.

Saat ini Hana dan tujuh anggota keluarganya rela berdesakan di dalam tenda darurat yang terbilang kurang layak itu.

Selain dipenuhi perabotan rumah tangga, tenda berwarna biru itu juga tak mampu melindungi keluarganya dari hujan. Tak hanya keluarganya, tenda berukuran 3X5 meter itu juga untuk sementara dihuni oleh dua keluarga lainnya.

"Di sini bocor kalau hujan. Sempit. Jumlah di sini 21 orang, tidurnya gantian, kalau yang perempuan tidur yang laki-laki tidak tidur," ucap dia.

Hana berharap segera mendapat kepastian untuk pindah ke rumah susun sederhana sewa yang telah disediakan. Dia juga berharap mendapat uang pengganti yang sama besarannya seperti yang diterima warga yang telah pindah dan ditertibkan pada September lalu.

"Maunya segera pindah ke rusun, dan dapat uang kompensasi sama seperti yang lain. Jangan dibedain, kan kami sama satu RW," kata dia.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP