METRO

"Lawan" Mendagri, Jokowi Tolak Copot Lurah Susan

Ahok meminta Mendagri untuk kembali belajar masalah konstitusi.

ddd
Jum'at, 27 September 2013, 15:15
Lurah Susan Jasmine Zulkifli
Lurah Susan Jasmine Zulkifli (Zahrul Darmawan (Depok))

VIVAnews - Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, meminta Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, segera mencopot Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli. Namun, Jokowi menolak permintaan itu. Apa alasannya?

"Penempatan Lurah Susan sudah tepat. Itu kan hasil dari lelang jabatan. Dia lulus ujian. Artinya dia punya kemampuan," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Jumat 27 September 2013.

Jokowi menjelaskan, para lurah hasil lelang jabatan ini akan dievaluasi kinerjanya setiap enam bulan. Evaluasi juga bukan didasarkan atas demo yang dilakukan oleh masyarakat. "Enam bulan menjabat baru dievaluasi, karena kalau setiap demo saya evaluasi, nanti semua demo minta ganti lurah dan camat, repot saya," ujarnya.

Mantan Wali Kota Solo ini memastikan hingga hari ini belum ada alasan tepat untuk memberhentikan Lurah Susan. "Setelah enam bulan kami evaluasi. Dari hasil itu baru bisa ditentukan," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, juga sudah mengatakan hal yang sama. "Ini negara Pancasila, pemilihan pejabat bukan ditentukan orang yang menolak atau tidak menolak," kata Ahok, sapaan Basuki.

Bahkan tidak hanya itu, Ahok meminta Mendagri untuk kembali belajar masalah konstitusi. "Bilang sama Mendagri, kami jadi Gubernur dan Wakil Gubernur cuma dipilih 52,7 persen warga DKI. Berarti kalau ditotal secara proporsional, hampir 4 juta lebih orang Jakarta yang tidak suka sama kami, tidak pilih kami," ujarnya kesal. (adi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
ariefparidi
29/09/2013
jangan mencaci sesama muslim itu tidak baik di lihat sama pihak lain introspeksi diri sendiri dulu lalu taubat nasuha
Balas   • Laporkan
antiasing
28/09/2013
Hahaha si menteri Galauwan Fauzi lagi caper nih, tenang pak tar lagi akan ditetapkan KPK menjadi tersangka dalam kasus korupsi E-KTP. Benar kata Ahok, si Galauwan HARUS belajar Pancasila lagi. Pejabat yang rasis, ke kutub aje (bukan ke laut lagi).
Balas   • Laporkan
gondes
27/09/2013
Gamawan Fauzi lebay ngapain ngurusin lurah sdg urusan dlm negeri aja masih kacau, mendagri ga tahu malu dan malah terlihat bodoh dan terlihat pula kalau Gamawan Fauzi ternyata rasialis dan anti pluralisme. Gamawan Fauzi koruptor yg merugikan negara 2,5 T
Balas   • Laporkan
penonton1
27/09/2013
kalo 400 orang demo ntar, bisa copot mendagri?
Balas   • Laporkan
kuroco
27/09/2013
ayo lengserkan Gamawan Fauzi dari mendagri, gak muti kita punya mendagri kek gini,dia pikir ni negara apa ? ayo apapun yg terjadi tu orang yang mesti di copot,ganti mendagri kita
Balas   • Laporkan
ilex
27/09/2013
setuju dengan pendapat Bp Edward Kristianto Sigalingging, bahwa Jokowi populer dikarenakan prestasi kerjanya (pekerja keras dan melayani masyarakat). Bravo pak JokoHok, tegakkan konstitusi
Balas   • Laporkan
robocop
27/09/2013
"Bilang sama Mendagri, JOKOWI AHOK cuma dipilih 52,7 persen warga DKI.Hampir 4 juta lebih orang Jakarta tak suka dan tak pilih JOKOWI AHOK," BERARTI KALAU 4 JUTA ORANG ITU DEMO, JOKOWI AHOK HARUS PINDAH JUGA DONK ? MENDAGRI EMANG BEGO, MENTERI GOBL0K !!
Balas   • Laporkan
robocop
27/09/2013
"Bilang sama Mendagri, JOKOWI AHOK cuma dipilih 52,7 persen warga DKI.Hampir 4 juta lebih orang Jakarta tidak suka dan tidak pilih JOKOWI AHOK," BERARTI KALAU 4 JUTA ORANG ITU DEMO, JOKOWI AHOK HARUS PINDAH JUGA DONK ? MENDAGRI EMANG BEGO, MENTERI GOBL0K
Balas   • Laporkan
droet
27/09/2013
kocak neh.....
Balas   • Laporkan
frogman
27/09/2013
aduuuuuuuuhhhhh,,,,,,ini si gamawan ini guuoooobbblooookkkkk banget sih,,,,,,apa ada udang dibalik batu,,,conspiracy theory,,,,
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id