METRO

Kecelakaan Maut Dul, Polisi Akan Periksa Ahmad Dhani

Kekasih Dul juga akan dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan.

ddd
Senin, 9 September 2013, 12:54
Lokasi kecelakaan maut mobil Dul, putra Ahmad Dhani.
Lokasi kecelakaan maut mobil Dul, putra Ahmad Dhani. (VIVAnews/Rohimat Nurbaya)

VIVAnews - Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dalam kecelakaan lalu lintas di Tol Jagorawi yang melibatkan putra bungsu musisi Ahmad Dhani, Abdul Qodir Jaelani atau Dul, Minggu 8 Agustus 2013 dini hari.

Kepala Subdirektorat Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Hindarsono, Senin 9 September 2013, mengatakan empat orang saksi sudah diperiksa oleh penyidik.

Rencananya hari ini penyidik akan memeriksa dua saksi lagi. "Saksi dari pengemudi Avanza bersama istrinya, lalu dari petugas derek yakni Holil dan Enja. Hari ini dari Petugas Jalan Raya yaitu Brigadir Agus Eko dan Kompol Joko," kata dia.

Selain itu, orangtua beserta pacar Dul juga akan dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan. "Kaitannya sebagai saksi. Hari ini dikirim (surat pemanggilan). Kalau memang mau hadir hari ini silakan, besok ya silakan, mau berkenannya kapan," ujarnya.

Kecelakaan maut itu terjadi di Tol Jagorawi kilometer 8+200, Jakarta Timur, Minggu dini hari, 8 September 2013. Mobil Mitsubishi Lancer keluaran 2010 yang dikemudikan Dul kehilangan kendali.

Saat itu, Dul dalam perjalanan dari Cibubur menuju ke Pondok Indah, Jakarta Selatan. Mobil berisi dua penumpang. Dul, pengemudi mobil yang masih berusia 13 tahun dan Noval Samodra (14).

Kendaraan yang semula berada di jalur dua dari pinggir itu kemudian melaju tanpa kendali ke arah jalur empat yang berada persis di pinggir pembatas tengah jalan tol.

Dalam keadaan kencang, mobil menabrak pembatas besi di tengah tol. Karena terbentur besi pembatas, mobil terbang dan menyerempet sisi kanan belakang Toyota Avanza hitam bernomor polisi B 1882 UZJ yang melaju dari arah berlawanan. Karena pengendaranya mampu mempertahankan keseimbangan, mobil tidak mengalami kerusakan parah.

Namun, nahas tak dapat ditolak oleh mobil Daihatsu Gran Max B 1349 TEN yang berada di sampingnya. Karena tidak sempat menghindar, mobil itu terhantam keras oleh mobil Lancer itu.

Lima orang dari 13 penumpang dalam mobil meninggal dunia di tempat kejadian. Bahkan, salah satu korban meninggal dalam kondisi mengenaskan karena terjepit body mobil. Sementara satu korban lagi meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut Hindarsono, polisi juga menjadwalkan pemanggilan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) baik dari Mitsubishi maupun Daihatsu. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
wignyoacun.alik
09/09/2013
Kalau sampai dihukum...,mstinya bpknya yg dihukum,karena telah mengizinkan anknya yg blm cukup dewasa utk mengemudikan sebuah mobil. Sehingga menyebabkan kematian org lain. Sbg bentuk pembelajaran kpd org tua yg lain utk tdk terlalu memanjakan ank2nya.
Balas   • Laporkan
tobings
09/09/2013
Benar tuh....orang tuga harus turut bertanggung jawab...bukan hanya bisa kasih santunan ya....Trus polisi harus mulai tegas menindak remaja yang membawa kendaraan motor dan mobil(dan orang tuanya)...jangan hanya bertindak setelah terjadi kecalakaan!!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com